Tertimpa Arit, Tangan Pendodos Nyaris Putus
Diduga, arit pendodos yang digunakan korban untuk memanen sawit tidak kuat diikatkan ke galah
Keterangan yang berhasil dikumpulkan Prohaba dari sejumlah warga di IGD RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh, sebelum peristiwa nahas itu terjadi, korban yang masih tercatat sebagai pelajar SMA tersebut sedang memanen buah sawit seorang diri di kebun milik orangtuanya.
Diduga, arit pendodos yang digunakan korban untuk memanen sawit tidak kuat diikatkan ke galah. Saat sedang memetik buah sawit yang sudah siap panen tersebut, tiba-tiba arit tajam itu jatuh dan menimpa tangan kanannya.
Seketika korban menjerit minta pertolongan. Warga yang mengetahui kejadian itu langsung memboyong Yoyon ke puskesmas terdekat guna mendapatkan penanganan medis. Namun karena luka yang dialami sangat parah, akhirnya pemuda itu dilarikan ke RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh untuk dilakukan penanganan secara intensif.
Sejumlah petugas medis yang ditanyai Prohaba, mengatakan, luka yang dialami Yoyon Pratama itu tergolong parah karena sejumlah urat dan urat nadi korban putus akibat terkena arit pendodos sawit. “Kami hanya bisa melakukan penanganan tahap pertama, karena untuk selanjutnya hal ini harus dilakukan diagnosa oleh dokter ahli bedah,” kata petugas medis yang tak disebutkan namanya.
Secara terpisah, Kapolres Nagan Raya, AKBP Heri Heryandi, melalui Kapolsek Kuala, AKP Sofyan, yang dikonfirmasi Prohaba, tadi malam, membenarkan adanya peristiwa nahas yang menimpa seorang siswa SMA di Desa Padang Panyang, Kecamatan Kuala Pesisir itu.
Namun kasus itu akan ditelusuri pihaknya guna memastikan penyebabkan, sedangkan lahan yang digunakan pelaku untuk mendodos sawit itu merupakan lahan pribadi orangtua korban dan bukannya lahan perkebunan sawit milik perusahaan perkebunan, pungkas AKP Sofyan.(edi)