108 Rumah Rusak Diterpa Puting Beliung
Angin puting beliung disertai hujan deras yang terjadi pada Jumat (4/5) sore mengakibatkan 108 unit rumah warga di Kecamatan Langsa Timur
Seorang korban, M Yusf Katan, warga Gampong Kapa, Kecamatan Langsa Timur, kepada Serambi Sabtu (5/5) mengatakan, ketika angin puting beliung menghantam rumah miliknya hingga rata dengan tanah, cuaca sedang hujan lebat disertai angin. Saat itu ia berfirasat tak enak sehingga empat orang anak serta istrinya saat itu diungsikan ke rumah tentangga, yang berada di sekitar rumahnya tersebut.
Namun, tak lama kemudian tiba-tiba datang pusaran angin berputar sangat kencang yang langsung menyapu rumahnya. Akibatnya rumah warga yang berkontruksi kayu papan ini hancur dan porak-poranda disapu angin puting beliung tersebut. “Rumah saya hancur total dan kini kami sekeluarga ditampung di rumah tetangga,” kata M Yusuf Katan.
Informasi yang dihimpun Serambi, akibat diterpa angin puting beliung itu sebanyak 108 unit rumah rusak berat dan ringan. Rumah yang rusak berat itu masing-masing milik, M Yusuf Katan, warga Gampong Kapa, Samsul Bahri, Gampong Bate Puteh, Salman Al-Farizi warga Matang Seutui, Mustafa, warga Cinta Raja, dan Hasan, warga Gampong Kapa.
Sedangkan 105 unit rumah warga lainnya mengalami rusak ringan, diantaranya 89 rumah pemondokan di PTPN I Langsa, di Gampong Buket Rata, dan selebihnya milik warga di sejumlah gampong di Kecamatan Langsa Timur. Kebanyakan rumah yang rusak tersebut yaitu atapnya copot.
Selain itu puluhan pohon besar dilaporkan bertumbangan akibat dihantam angin puting beliung tersebut. Bahkan sejumlah pohon yang tumbang tersebut mengenai rumah warga. Kemudian satu unit pos jaga di Gampong Matang Setui juga rusak serta satu ekor kambing milik Rohani Daud, warga Matang Setui, mati karena tertimpa pohon.(c42)