Polisi belum Tahan Pelaku
Terkait kasus kredit fiktif ratusan juta rupiah di BRI Unit Subulussalam, polisi hingga kemarin belum menahan ketujuh pegawai
Kapolres Aceh Singkil AKBP Bambang Syafrianto yang dihubungi Serambi, Senin (7/5) terkait perkembangan kasus yang menghebohkan Kota Subulussalam itu mengatakan, kasus pembobolan dugaan rekayasa kredit yang dilakukan oleh karyawan BRI sendiri masih didalami sehingga belum dapat dibuka ke publik. “Karena kasus-kasus seperti ini kita koordinasi dengan Polda dulu,” kata Kapolres AKBP Bambang, kemarin.
Kapolres Bambang berharap dalam sepekan ke depan, pengungkapan kasus dugaan manipulasi kredit yang kabarnya menguras dana BRI hingga ratusan juta rupiah, selesai termasuk penetapan para tersangka. “Dalam minggu ini koordinasi sifatnya, mudah-mudahan pekan depan bisa selesai,” tandas Kapolres Bambang.
Pantauan Serambi kemarin pagi, kantor BRI Unit Subulussalam di Jalan Teuku Umar terlihat beroperasi seperti biasa. Kantor yang terletak bersebelahan dengan warung sembako arah ke Medan, Sumatera Utara, ini tak jauh dari Kantor Wali Kota Subulussalam. Dari luar terlihat beberapa motor nasabah dan karyawan terparkir di halamannya. Sementara di dalam tampak beberapa nasabah yang bertransaksi. Sejumlah karyawan pun terlihat bekerja seperti biasa.
Seperti diberitakan sebelumnya, ratusan juta rupiah uang PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) Unit Subulussalam dikabarkan dibobol oleh karyawannya sendiri dengan modus manipulasi kredit alias kredit fiktif. Ekses dari kasus ini, tujuh karyawan bank yang berlokasi di Jalan Teuku Umar, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam itu kini dinonjobkan alias dibangkupanjangkan.
Pemimpin Cabang PT BRI Tapaktuan, Imran Ali yang membawahi BRI Unit Subulussalam, saat dikonfirmasi Serambi, Jumat (4/5) via telepon selulernya mengakui adanya kasus pembobolan uang tersebut. Menurutnya, kasus itu telah dilaporkan ke Polres Aceh Singkil.
Terungkapnya kasus penyelewengan ini, menurut Imran, berkat sistem pengawasan internal BRI. Sebagian besar rangkaian kasus ini, menurutnya, sudah ditangani secara internal walaupun belum selesai 100 persen.(kh)