Kamis, 11 Juni 2026

Pelaku Diduga Tertipu Bisnis MLM

Tujuh karyawan Bank Rakyat Indonesia (BRI) Unit Subulusalam yang terlibat dalam pengucuran kredit fiktif bernilai ratusan juta

Tayang:
Editor: bakri
SUBULUSSALAM - Tujuh karyawan Bank Rakyat Indonesia (BRI) Unit Subulusalam yang terlibat dalam pengucuran kredit fiktif bernilai ratusan juta rupiah diduga menjadi korban penipuan jaringan Multi Level Marketing (MLM) TVI Ekpress yang mereka ikuti.

“Saya juga sempat tertipu puluhan juta rupiah,” kata Bahagia Maha, salah seorang pengusaha di Subulussalam kepada Serambi, Selasa (8/5).

Bahagia mengakui dirinya tergiur ketika ada yang mengajak dirinya bergabung dalam MLM tersebut. Akhirnya, Bahagia yang juga pengurus teras DPD KNPI Subulussalam ini mengambil empat paket atau empat mata dengan nilai investasi sekitar Rp 10 juta. Jumlah ini diklaim perekrut berada dalam jenjang titik aman ke depalan.

Janjinya, jika ia mampu merekrut sebanyak 12 anggota maka berhak mendapat bonus senilai Rp 5 juta per mata per bulan. Nyatanya, kata Bahagia, jangankan bonus, uangnya justru lenyap. Bahagia pun mengaku sempat marah terhadap yang merekrut dirinya sehingga uangnya kembali sebesar Rp 2 juta. Menurut Bahagia, di Subulussalam cukup banyak anggota jaringan MLM tersebut tertipu.

Bisnis MLM ini, memang pernah menghebohkan Kota Subulussalam akhir 2010 silam. Ketika itu, sejumlah anggota dalam jaringan MLM tersebut sempat mendapat hasil cemerlang sehingga mampu membayar DP mobil Toyota Fortune. Tak hanya itu, sebagian anggotanya juga dibawa tour ke Singapore kendati harus membayar biaya administrasi.

Disebut-sebut, beberapa karyawan BRI Unit Subulussalam termasuk mantan kepala unit tergiur ikut dalam jaringan MLM itu. Menurut informasi, nilai investasi bisnis ini sekitar US $275 atau Rp 2,6 juta per paket. Namun belakangan, mereka tertipu oleh agen MLM asal Sumatera Utara yang membawa uang miliaran rupiah dari Kota Subulussalam.

Di sisi lain, sejumlah warga mulai mengait-ngaitkan bobolnya uang BRI yang dikabarkan nominalnya mencapai miliaran rupiah itu dengan kebijakan pemberian Kredit Usaha Rakyat (KUR). Pasalnya, selama ini menurut warga banyak nasabah sulit yang mendapatkan KUR yang merupakan program pemerintah. “Pantas saja selama ini masyarakat kesulitan mengakses kredit KUR, rupanya uang BRI sudah dibobol oleh karyawannya,” cetus warga yang enggan menyebutkan namanya.(kh)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved