Tafakur
Benteng Kesabaran
Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap kerizaan-Nya
“Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap kerizaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas” (QS. Al-Kahfi: 28).
Imam Al Ghazali mengingatkan setiap hamba agar membangun dan senantiasa memperkuat benteng kesabarannya. Pasalnya, begitu banyak penyebab yang bisa meruntuhkan keimanan setiap saat. Orang yang rajin beribadah pun akan mendapat serangan sehingga berkurang dan bahkan runtuh ketaatannya. Baik itu serangan dalam bentuk riya atau menampak-nampakkan, maupun yang berbentuk perbuatan-perbuatan merusak iman lainnya. Namun, membangun benteng kesabaran bukan hanya penting bagi orang-orang yang taat, tetapi juga penting bagi orang-orang yang gemar berbuat maksiat.
Apalagi orang-orang yang gemar berbuat maksiat biasanya memiliki kecenderungan hati untuk terus mengulangi perbuatannya. Lebih parah lagi maksiat yang dirasakan pelakunya banyak keuntungan duniawinya. Keinginan untuk melakukannya lagi tidak akan terhenti, bila tidak membangun benteng kesabaran yang kuat untuk meninggalkannya.
Di samping itu, benteng kesabaran juga perlu dibangun setiap insan dalam menghadapi ujian dari Allah. Sebagaimana disebutkan dalam Alquran, setiap orang akan diuji untuk dilihat keteguhan imannya (QS. Al Ankabut: 2-3). Allah juga mengingatkan bahwa ujian bagi manusia bukan hanya dalam bentuk kepahitan seperti kekurangan harta, tetapi juga yang bersifat mengenakkan, seperti dilimpahkannya harta dan jabatan yang tinggi. Seringkali, di wilayah inilah banyak orang mengalami keausan imannya. Namun, bagi orang yang beriman, ujian apapun bahkan membantu memperkuat kesabarannya.