Kapolres Periksa Senpi Anggota
pemeriksaan seluruh senjata api larans panjang maupun pendek milik anggota di bawah jajarannya, mulai dari Polres sampai Polsek
Dicky Sondani menjelaskan pemeriksaan itu untuk mengetahui keberadaan senjata yang digunakan para anggota Polres Aceh Tengah. “Jangan sampai nanti, senjata ini disalahgunakan, makanya pengecekan ini dilakukan secara keseluruhan,” tegas Dicky.
Menurutnya, merujuk kepada kasus-kasus kejahatan bersenjata yang selama ini terjadi, senpi yang digunakan merupakan senjata organik TNI dan Polri. Dengan adanya pemeriksaan ini, akan dilakukan pengecekan, indikasi penyalahgunaan senpi dengan cara menyewakan kepada orang lain. “Bisa saja, senpi ini disewakan kepada pelaku-pelaku untuk tindakan kriminal dan kami mencoba mengantisipasinya sebelum terjadi,” katanya.
Disisi lain, pengecekan dan pemeriksaan yang dilakukan untuk melihat kelayakan senpi-senpi milik anggota Polres Aceh Tengah secara keseluruhan. Nantinya, kata Dicky Sondani, akan bisa dilihat anggota yang merawat senjata miliknya atau tidak. “Surat senjata ini juga akan diteliti kembali, sudah mati atau belum,” paparnya.
Bagi anggota yang memegang senpi, tambah Kapolres Aceh Tengah ini, setiap enam bulan sekali akan dilakukan pengecekan psikologi. Jika ditemukan ada anggota yang tidak lagi layak memegang senpi, maka senjata yang digunakannya akan ditarik. “Kami tidak inginkan ada anggota yang memegang senjata namun kondisi kejiwaan sedang tidak stabil karena bisa berbahaya tapi sejauh ini belum ada penarikan senpi dari anggota,” pungkas Kapolres.
Proses pemeriksaan senpi yang digelar di halaman Polres Aceh Tengah, dilakukan dengan cara seluruh senpi yang ada dikeluarkan. Setiap senjata dicek kondisinya bahkan Kapolres Aceh Tengah, juga ikut memeriksa setiap senpi yang digunakan oleh anggotanya. Sedangkan senpi dinas di Mapolres tersebut mencapai ratusan pucuk yang terdiri dari berbagai jenis laras panjang dan laras pendek.(c35)