Keuchik Datangi Dewan Aceh Barat
Tiga keuchik dari Kecamatan Woyla, Aceh Barat, Rabu (16/5) mendatangi DPRK setempat menyampaikan pengaduan dan protes
Delegasi keuchik ke DPRK diterima anggota DPRK dari Woyla, H Amri SE dan H Ilyas Yusuf SPdI. Sedangkan keuchik yang ke DPRK adalah Hamidi (Keuchik Alue Sikaya), Hasan Basri (Keuchik Lung Buloh), dan Ishak (Keuchik Pasi Aceh). Kepada wakil rakyat itu, tiga keuchik ini menyampaikan bahwa di Kecamatan Woyla ada sebuah kebun terpadu yakni dibuka tahun 1990 lalu melalui bantuan desa (Bandes) seluas 182 hektare yakni masing-masing desa mendapat alokasi 2 hektare.
Namun dalam beberapa hari terakhir, sejumlah keuchik di Woyla menjual kebun itu ke PT KTS sebab lokasi kebun juga tidak jauh dari PT KTS. Namun, dari 91 desa yang memiliki kebun itu sebanyak tiga desa menolak akan tetapi tetap dipaksakan jual dengan harga seluruhnya Rp 500 juta yakni per hektare dibayar Rp 2,5 juta. “Kami dari 13 desa menolak penjualan sebab harga terlalu rendah dan anehnya ketika kami menolak kenapa juga jatah desa kami tetap dijual,” ujar Hamidi.
Ia meminta kasus penjualan itu diusut sebab itu merupakan aset desa mereka, sedangkan yang jual adalah komite dari keuchik dan tidak pernah melakukan musyawarah dengan seluruh keuchik. “Karenanya kami melaporkan kasus ini ke DPRK sebab itu merupakan aset desa yang dijual sepihak dan ini sebagai bentuk penipuan,” tandas Hasan Basri seraya mengatakan, kebun itu dibuka selain ada milik desa juga ada milik kecamatan.(riz)