Rabu, 10 Juni 2026

Pilkada Aceh Tenggara

Pendukung Khuzaimah/Marhaban Demo KIP Agara

Puluhan pendukung pasangan bakal calon bupati/wakil bupati Aceh Tenggara, Khuzaimah/Marhaban, melakukan aksi unjuk rasa

Tayang:
Editor: hasyim
KUTACANE - Puluhan pendukung pasangan bakal calon bupati/wakil bupati Aceh Tenggara, Khuzaimah/Marhaban, melakukan aksi unjuk rasa ke Kantor Komisi Independen Pemilihan (KIP) Agara, Jumat (18/5). Mereka menuding KIP berlaku curang karena menolak berkas calon yang mereka jagokan, sehingga gagal menjadi calon bupati/wakil bupati Agara di Pilkada 2012.

Amatan Serambi, demontran datang ke Kantor KIP di Desa  Titi Panjang, Kecamatan Lawe Bulan, dengan mengusung berbagai poster berisikan tuntutan agar KIP mengkaji ulang tahapan Pilkada Agara. Beberapa tulisan di poster itu juga menuntut pencopotan ketua dan komisioner KIP Agara, karena dianggap tidak profesional dalam bekerja.  

Para demonstran ini berorasi bergantian di depan kantor KIP Agara dengan membawa alat pengeras suara. Aksi yang dikawal oleh aparat kepolisian yang dipimpin langsung Kapolres Agara, AKBP Trisno Riyanto dan para perwira lainnya, berlangsung di hadapan para anggota Komisioner KIP Agara.

Koordinator aksi, Dahlan Simen, dalam orasinya, menuntut pembubaran KIP Agara karena dinilai telah bertindak curang dalam menjalankan tahapan-tahapan pilkada di Agara. Ia juga menyatakan akan melaporkan persoalan ini ke KIP Aceh dan KPU Pusat, sekaligus menuntut kepada kedua lembaga itu untuk   membekukan KIP Agara.

Bakal calon Bupati Agara, Khuzaimah, yang ikut berorasi di depan massa pendukungnya mengatakan, tahapan-tahapan pilkada yang dilaksanakan KIP Agara tidak profesional. “Anggota KIP Agara  selain tidak profesional juga telah melanggar kode etik dan azas pemilu,” kata dia sambil meminta KIP Aceh membatalkan seluruh tahapan pilkada di Agara.

Usai menyampaikan aspirasinya, para demontran membubarkan diri dengan tertib sekitar pukul 12.00 WIB di bawah pengawalan aparat kepolisian.

Ketua Komisi Independen Pemilihan (KIP) Agara, Dedi Mulyadi yang coba dimintai tanggapannya terkait tudingan itu, tidak berhasil ditemui. Saat disambangi ke kantornya, pascademo, Dedi dikatakan sedang mengikuti rapat. Ia juga tidak mengangkat teleponnya, meski terdengar nada aktif.(as)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved