Sengketa Lahan, 4 Orang Luka Parah
Sementara itu, empat orang terkena luka bacok. Satu dari karyawan PTPN II, dan tiga korban lainnya adalah warga sekitar.
"Saat ini aparat kepolisian masih berjaga
di lokasi bentrok untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
Tapi kondisi terakhir pascabentrok sudah aman terkendali," ujar Monang,
Selasa (22/5/2012).
Saat kejadian, aparat Polsek Kutalimbaru di
bawah Polresta Medan sempat meminta tolong kepada Polda Sumut untuk
menurunkan tambahan petugas. Hingga berita ini diturunkan, polisi sudah
menurunkan satu Kompi Sabhara dan dua Peleton Brimob.
Sebelumnya
diberitakan, ratusan petani dan petugas keamanan PT Perkebunan
Nusantara II, Kebun Tunggu Rono di Dusun Salang Paku, Desa Namorube
Julu, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang, terlibat bentrok.
Akibatnya lima truk milik PTPN II terbakar. Sementara itu, empat orang
terkena luka bacok. Satu dari karyawan PTPN II, dan tiga korban lainnya
adalah warga sekitar.
Tiga korban yang terluka antara lain Udian
cacar, Nurdin, dan Hariadi, warga Sei Mencirim. Sementara itu,
seorang supir truk PTPN II bernama Zainal Abidin, warga Kampung Kloni
Lama, Desa Buluh Cina, Deli Serdang, harus kehilangan jari telunjuk
kanan akibat sabetan pedang petani.
Zainal juga mengalami luka
bacok serius di bagian belakang kepala dan bibir pecah-pecah. Kini semua
korban dibawa kelompoknya ke Rumah Sakit Umum H Adam Malik Medan,
untuk mendapat perawatan.
Berdasarkan informasi yang terhimpun,
pemicu bentrokan karena massa penggarap kebun PTPN II yang sudah
berakhir masa hak guna usahanya menyerang karyawan yang akan melakukan
pendudukan kembali atau okupasi, pagi tadi sekitar pukul 10.00 WIB.
Sementara
itu Kapolsek Kutalimbaru AKP Robinson Surbakti yang dihubungi via
telepon selular mengatakan, bentrok terjadi begitu cepat hingga pihaknya
sempat kewalahan dan meminta bantuan ke Polda Sumut karena kurang
personil pengamanan. "Kami menerima laporan, bentok terjadi sangat
cepat. Iring-iringan 15 truk mangangkut petugas keamanan PTPN II yang
akan melakukan okupasi di lahan kebun Tunggu Rono dihadang dan dipukuli
hingga menyebabkan para petugas keamanan turun dari mobil dan betrok.
Sedangkan mobil yang ditinggal langsung dibakar massa petani," kata
Robinson.