Kamis, 9 April 2026

RS Izinkan Bocah Tertembak Pulang

Kondisi kesehatan Muhammad Reza Fahlevi (4) pascaoperasi luka tembak pada wajahnya di Rumah Sakit (RS) Columbia Asia, Medan

Editor: bakri
* Sudah Bisa Bernyanyi

MEDAN - Kondisi kesehatan Muhammad Reza Fahlevi (4)  pascaoperasi luka tembak pada wajahnya di Rumah Sakit (RS) Columbia Asia, Medan, mengalami kemajuan signifikan. Putra Brigadir Juliadi ini bahkan sudah bisa bernyanyi, sehingga diizinkan meninggalkan rumah sakit pada hari ini, Jumat (25/5).

Perkembangan positif itu langsung disambut tim medis dengan memberikan beberapa terapi agar Reza bisa lebih memfungsikan seluruh organ tubuhnya dengan baik.

Memasuki hari ketiga perawatan di RS Columbia Asia, bocah malang itu masih dirawat dengan pengawasan ketat oleh tim medis di ruang ICU HDU.

“Tapi pihak keluarga tetap belum memperkenankan wartawan menjenguk. Kami tak berhak membantah permintaan pasien kami selama itu membantu proses penyembuhan,” kata Kianto, Direktur Pelayanan Kesehatan RS Columbia Asia, Medan, kepada Serambi, Kamis (24/5).

Reza juga sudah mampu berkomunikasi dengan ibunya yang setia mendampinginya meski sedang hamil. Sesekali terdengar gumam panjang berirama yang diyakini ibunya bahwa Reza sedang bernyanyi.

“Ia sudah bisa nyanyi walau hanya sebatas bergumam. Tapi, itu sudah sangat luar biasa,” ucap Kianto.

Ia tambahkan bahwa kondisi seperti itu membuktikan Reza sudah melewati masa kritis, sekaligus tidak mengalami trauma berat. Hal itu membuat tim medis mengizinkan keluarga membawa Reza pulang pada hari ini.

Menurutnya, dengan kondisi Reza saat ini perawatannya sudah cukup dengan rawat jalan saja. “Intinya dia sudah melewati masa kritis. Yang dibutuhkannya hanya memulihkan fisik dan mentalnya,” kata Kianto.

Sebagaimana diketahui, Reza mengalami pendarahan hebat setelah wajahnya tertembus peluru pistol milik ayahnya sendiri pada Senin (21/5) lalu.

Tim medis RSUD Cut Meutia, Lhokseumawe yang menangani luka itu tak mampu berbuat banyak, karena tak memiliki alat kesehatan yang mendukung. Korban yang sempat kehilangan satu kantung darah itu selanjutnya diboyong ke RS Columbia Asia, Medan, untuk menjalani operasi pada Selasa (22/5). Dua dokter ahli yang menangani operasi itu memastikan telah berhasil membersihkan serpihan tulang di otak Reza.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Gustav Leo mengatakan, untuk saat hal yang lebih diprioritaskan dalam insiden tertembaknya boca Reza Fahlevi adalah kesembuhannya.

“Ini suatu musibah yang tak pernah diinginkan oleh siapa pun. Untuk saat ini yang paling diprioritaskan adalah kesembuhan Reza. Pemeriksaan terhadap Brigadir Juliadi, ayahnya, berkaitan dengan kelalaiannya menaruh senjata di sembarang tempat, akan tetap dilaksanakan,” kata Gustav Leo, kepada wartawan, Kamis (24/5).

Ia tegaskan bahwa selama ini Brigadir Juliadi tak memiliki sedikit pun catatan buruk dalam bertugas, baik itu berkenaan dengan pelanggaran maupun disiplin. Gustav menduga musibah tertembak anaknya itu murni insiden yang tak pernah diharapkan terjadi. (rw/mir)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved