Berita Interasional
Ini Fakta di Balik Gencatan Senjata 2 Minggu Antara AS dan Iran
Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran untuk sementara mereda setelah kedua negara menyepakati gencatan senjata
Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Amirullah
Ini Fakta di Balik Gencatan Senjata 2 Minggu Antara AS dan Iran
SERAMBINEWS.COM- Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran untuk sementara mereda setelah kedua negara menyepakati gencatan senjata bersyarat selama dua minggu.
Kesepakatan ini memungkinkan kembali dibukanya jalur pelayaran di Selat Hormuz, salah satu rute perdagangan minyak paling penting di dunia.
Dilansir melalui BBC News (8/4/2026), langkah ini diambil setelah lebih dari sebulan konflik meningkat, termasuk serangan militer yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Presiden AS, Donald Trump, menyatakan bahwa ia setuju untuk menangguhkan serangan terhadap Iran selama dua minggu, dengan syarat Teheran membuka kembali akses Selat Hormuz.
Baca juga: Trump Terancam Dimakzulkan, Gencatan Senjata dengan Iran Tak Redakan Tekanan Politik di AS
Dalam pernyataannya, Trump menegaskan bahwa tujuan militer Amerika Serikat telah tercapai, sehingga memberi ruang bagi upaya diplomasi.
Sebelumnya, ia sempat melontarkan ancaman keras yang memicu kecaman internasional, termasuk dari Perserikatan Bangsa-Bangsa dan pemimpin agama dunia.
Di sisi lain, Iran menyatakan kesiapannya untuk mengizinkan kapal-kapal melintasi Selat Hormuz selama masa gencatan senjata, dengan pengawasan militer Iran.
Teheran juga mengajukan proposal 10 poin yang mencakup penghentian konflik di beberapa wilayah Timur Tengah, pencabutan sanksi ekonomi, serta pembebasan aset Iran yang dibekukan oleh Amerika Serikat.
Baca juga: Harga Emas Dunia Melejit! Keputusan Donald Trump Tunda Serangan ke Iran Picu Lonjakan Gila-Gilaan
Iran juga menegaskan komitmennya untuk tidak mengembangkan senjata nuklir, meskipun tetap menekankan bahwa posisi mereka dalam konflik akan diperkuat melalui jalur diplomasi.
Perdana Menteri Shehbaz Sharif menyatakan bahwa gencatan senjata ini mulai berlaku segera.
Pakistan berperan sebagai mediator utama dan telah mengundang kedua pihak untuk melanjutkan pembicaraan di Islamabad dalam waktu dekat.
Namun, situasi di kawasan masih belum sepenuhnya stabil.
Israel menyatakan dukungannya terhadap keputusan Trump, tetapi menegaskan bahwa gencatan senjata tidak mencakup operasi militer mereka di Lebanon.
Baca juga: Rusia dan China Veto Resolusi PBB soal Selat Hormuz, Sebut Krisi Gegara AS–Israel Serang Iran
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menekankan bahwa negaranya akan terus bertindak terhadap ancaman dari kelompok Hizbullah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Ilustrasi-Dokumen-kesepakatan-10-poin-IranAS-dengan-cap-sanksi.jpg)