Kamis, 11 Juni 2026

Padi Inpari Tahan Hama

Badan Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Aceh mengembangkan bibit padi varietas padi yang tahan terhadap serangan hama

Tayang:
Editor: bakri
BANDA ACEH - Badan Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Aceh mengembangkan bibit padi varietas padi yang tahan terhadap serangan hama dan perubahan cuaca, yang diberi nama Inpari.

Kepala BPTP Aceh, Ir T Iskandar MSi, Rabu (13/6) mengatakan, varietas Inpari tersebut telah dikembangkan di beberapa daerah di antaranya, Kabupaten Aceh Besar, Pidie, Pidie Jaya, Aceh Timur, Nagan Raya dan Aceh Barat Daya (Abdya).

Dari 20 kelas dari varietas Inpari, mulai dari Inpari 1 hingga Inpari 20, hanya tiga varietas yang paling cocok dikembangkan di Aceh yakni Inpari 9, Inpari 10 dan Inpari 13.  “Sedangkan empat kelas lainnya sedang dalam masa ujicoba masing-masing Inpari 14, 16, 18 dan 19 dan Inpari 20,” katanya.  

Sejak setahun dikembangkan di Aceh, katanya, secara umum produktivitas padi mengalami peningkatan yang cukup tajam, dari target produksi 1,7 juta ton Gabah Kering Giling (GKG) pada tahun 2011, para petani Aceh mampu mencapai 1,8 juta ton GKG per tahunnya.

“BPTP Aceh sudah menerapkan teknologi spesifik lokasi Aceh yang sesuai dengan kondisi cuaca wilayah Aceh, struktur lahan, komposisi lahan, pemupukan dan pemberantasan hama pada seluruh areal penaman padi Inpari di daerah ini,” tambahnya.

Khusus pengaturan jadual tanam, kata Iskandar, BPTP Aceh bekerja sama dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofísika (BMKG) Banda Aceh untuk menyusun kalender tanam pada masing-masing kecamatan di seluruh Aceh. Kalender tanam tersebut dapat diakses pada situr www.nad.litbang.deptan.go.id.

Setiap lahan pertanian di Aceh memiliki pola tanam yang berbeda juga berbeda dalam pola pemupukan dan pemberantasan hama. Kalender tanam dalam format peta (map) itu sudah diserahkan kepada seluruh Koordinator Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) seluruh Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) seluruh Aceh tgl 27 April 2012 lalu.

“Kalender tanam itu terpadu itu diupdate secara berkala sesuai dengan perubahan musim di Aceh,” ujar T Iskandar yang didampingi Peneliti, M Ramlan SP.

Dikatakannya, padi varietas Inpari adalah pengembangan dari dua varietas lainnya yang sudah dikembangkan di Aceh sebelumnya yakni Ciherang dan Mekongga. Oleh Balai Penelitain dan Pengembangan (litbang) Departamen Pertanian RI, dikembangakn bibit baru Inpari dengan 20 variannya.

Ia mengatakan, secara umum, Inpari mampu berproduksi 8 hingga 9 ton per hektare per masa tanam, tahan terhadap hama wereng biotipe. “Khusus Ipari 10, selain tahan serangan hama wereng, juga dapat tumbuh normal pada lahan kering,” ujar T Iskandar.(min) 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved