Gubernur: Hidupkan Kembali Proyek Vital

Gubernur Aceh, dr Zaini Abdullah mengimbau Pemkab Aceh Utara untuk bersama-sama dengan Pemerintah Aceh menghidupkan

Gubernur: Hidupkan Kembali Proyek Vital - 06072012foto.11_.jpg
SERAMBI/JAFARUDDIN
Gubernur Aceh dr H Zaini Abdullah melantik Suaidi Yahya dan Nazaruddin sebagai Wali Kota Lhokseumawe dan Wakil Wali Kota Lhokseumawe dalam Sidang Paripurna di Gedung DPRK Lhokseumawe, Kamis (5/7).
Gubernur: Hidupkan Kembali Proyek Vital - 06072012foto.12_.jpg
SERAMBI/MASRIADI
GUBERNUR Aceh, dr H Zaini Abdullah melantik Bupati/Wakil Bupati Aceh Utara Muhammad Thaib/Drs M Jamil MKes, dalam sidang paripurna istimewa DPRK Aceh Utara, Kamis (5/7).
* Bupati Aceh Utara dan Wali Kota Lhokseumawe Dilantik

LHOKSEUMAWE - Gubernur Aceh, dr Zaini Abdullah mengimbau Pemkab Aceh Utara untuk bersama-sama dengan Pemerintah Aceh menghidupkan kembali proyek-proyek vital yang telah mati, maupun yang mati suri di kabupaten itu.

Imbauan tersebut disampaikan Gubernur Aceh dalam pelantikan bupati dan wakil bupati Aceh Utara terpilih, Muhammad Thaib dan Drs M Jamil MKes, menggantikan Penjabat (Pj) Bupati Drs M Ali Basyah MM pada Kamis (5/7) siang di gedung DPRK setempat.

Paginya, Gubernur Zaini, atas nama Menteri Dalam Negeri, lebih dulu melantik wali kota dan wakil wali kota Lhokseumawe terpilih, Suaidi Yahya dan Nazaruddin. Dengan dilantiknya pasangan ini sebagai kepala daerah definitif, maka masa jabatan Pj Wali Kota Lhokseumawe, Drs H Arifin Abdullah Uramy pun berakhir.

Gubernur Zaini menyebutkan, proyek-proyek vital yang perlu direvitalisasi itu adalah PT Aceh Asean Fertilizer (PT AAF), PT Kertas Kraft Aceh (PT KKA), dan lainnya. “Tiga bulan ke depan, kami minta Bupati dan Wakil Bupati menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Kabupaten Aceh Utara. Dalam RPJM itu diharapkan tersusun program-program yang prorakyat,” imbuhnya.

Di antara program yang disarankan Dokter Zaini adalah pengentasan kemiskinan serta membuka peluang investasi bagi pengusaha lokal dan nasional, sehingga rakyat Aceh Utara bisa lebih sejahtera dan makmur. Bupati dan wakil bupati itu dilantik dalam sidang paripurna istimewa DPRK yang dipimpin Ketua DPRK Aceh Utara,  Jamaluddin Jalil (Mukim Jamal).

Mantan Pj Bupati Aceh Utara, M Ali Basyah yang ditanyai Serambi mengaku sangat bersyukur, karena prosesi pelantikan itu berlangsung lancar dan aman. “Pak Gubernur pun sangat senang dan berterima kasih atas kesiapan protokoler dan pihak keamanan mengondisikan acara pelantikan ini,” ujarnya.

Diawali salawat
Paginya, pukul 09.30 WIB, prosesi pelantikan wali kota dan wakil wali kota Lhokseumawe dimulai dengan pembacaan ayat suci Alquran dan dilanjutkan dengan Salawat Badar, disusul Lagu Indonesia Raya. Skenario serupa juga dilakoni saat Bupati dan Wakil Bupati Aceh Utara dilantik di Gedung DPRK Aceh Utara pada pukul 14.25 WIB.

Pelantikan pemimpin Kota Lhokseumawe itu berlangsung dalam Sidang Paripurna Istimewa Dewan yang dipimpin oleh Ketua DPRK Lhokseumawe, Saifuddin Yunus (Pon Pang).

Dalam sambutannya di Lhokseumawe, Gubernur Zaini Abdullah mengingatkan bahwa kota tersebut memiliki likur historis ratusan tahun lalu sebagai kota pemerintahan Kesultanan Aceh, di samping dikenal sebagai kota tambang.

Selain itu, tambah Zaini, banyak hasil sampingan lainnya dihasilkan Lhokseumawe, misalnya di bidang pertanian dan kelautan. Bahkan hasil laut Lhokseumawe mencapai 9.294 ton per tahun.

Berdasarkan potensi yang ada, Gubernur Aceh berharap, kota yang merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Aceh Utara itu benar-benar dioptimalkan potensinya untuk penambahan pendapatan asli daerah (PAD).

Kepada Wali Kota Suaidi Yahya dan wakilnya, Gubernur Zaini berharap agar bekerja sepenuh hati dengan mengedepankan asas transparansi dan melaksanakan program-program prorakyat.

Secara keseluruhan, gubernur menyampaikan tujuh wejangan kepada pemimpin baru Kota Lhokseumawe itu. Dua di antaranya adalah segera lakukan konsolidasi politik demi terlaksananya pemerintahan daerah yang efektif dan iklim kerja yang kondusif, serta jaga kekompakan dan keharmonisan, sehingga birokrasi berjalan efektif dalam menerapkan prinsip tata kelola pemerintahan.

Secara khusus, Gubernur Zaini meminta Wali Kota Lhokseumawe dan wakilnya bersikap tegas dan bijaksana dalam menginisiasi lingkungan kerja yang sadar hukum, dalam kaitannya dengan upaya pemberantasan korupsi di kota petrodolar itu. (bah/ib/c46)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved