Gajah Rusak Rumah Warga Baroh
Selasa, 10 Juli 2012 09:28 WIB
Berita Terkait
- FPFFA Desak Pemerintah Lindungi Satwa Langka
- Warga Aceh Timur Ancam Bunuh Gajah
- BKSDA Otopsi Bangkai Gajah
- Warga Ancam Tembak Gajah
- Seekor Gajah Mati Di Geumpang
- Seekor Gajah Mati Di Geumpang
- 12 Ekor Gajah Kembali Usik Warga Geumpang
- Gajah Rusak 20 Hektare Kebun
- 12 Gajah Liar Kembali Usik Warga Geumpang
- Empat Gajah Jinak Pantau Gajah Liar
MEULABOH - Seekor gajah yang diduga milik Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, Minggu (8/7) malam dilaporkan merusak dapur berkontruksi kayu milik Adnen, penduduk Desa Aron Baroh, Kecamatan Woyla, Aceh Barat. Kedatangan hewan berbelalai ke perkampungan itu juga mengharuskan tiga kepala keluarga (KK) penduduk terpaksa mengungsi.
Tgk Zul Zamzami, tokoh warga Woyla kepada Serambi, Senin (9/7) mengatakan, selain merusak dapur rumah milik Adnen, pada pekan lalu hewan tersebut juga merusak rumah milik Syafie, yang juga warga Aron Baroh. “Karena itu harapan kami agar BKSDA Aceh segera menanganinya, sebab gangguan bukan saja merusak rumah juga sudah memporak-poranda tanaman warga di Aron Baroh dan sekitarnya,” ujar Zul Zamzami.
Ia mengaku dari keterangan masyarakat, gajah yang berkeliaran itu diduga milik BKSDA Aceh yang lepas saat mengejar gajah liar di Teunom tahun lalu.
“Sebab di kaki gajah itu ada bekas rantai dan tubuhnya juga cukup besar. Bahkan anehnya lagi gajah itu sedikit jinak, tetapi ketika sudah mendapati makan maka menjauh sehingga membuat penduduk cemas, karena takut diamuk. Bahkan ekses dari itu, tiga KK penduduk Aron Teungoh, yakni M Din, Syafie, dan Adnen terpaksa mengungsi,” katanya.(riz)
Tgk Zul Zamzami, tokoh warga Woyla kepada Serambi, Senin (9/7) mengatakan, selain merusak dapur rumah milik Adnen, pada pekan lalu hewan tersebut juga merusak rumah milik Syafie, yang juga warga Aron Baroh. “Karena itu harapan kami agar BKSDA Aceh segera menanganinya, sebab gangguan bukan saja merusak rumah juga sudah memporak-poranda tanaman warga di Aron Baroh dan sekitarnya,” ujar Zul Zamzami.
Ia mengaku dari keterangan masyarakat, gajah yang berkeliaran itu diduga milik BKSDA Aceh yang lepas saat mengejar gajah liar di Teunom tahun lalu.
“Sebab di kaki gajah itu ada bekas rantai dan tubuhnya juga cukup besar. Bahkan anehnya lagi gajah itu sedikit jinak, tetapi ketika sudah mendapati makan maka menjauh sehingga membuat penduduk cemas, karena takut diamuk. Bahkan ekses dari itu, tiga KK penduduk Aron Teungoh, yakni M Din, Syafie, dan Adnen terpaksa mengungsi,” katanya.(riz)
Editor : bakri
