Bener Meriah tak Miliki Penangkaran Bibit
Kabupaten Bener Meriah, salah satu sentra produksi sayur-sayuran di Aceh dan kopi, ternyata tidak memiliki penangkaran benih
Kabid Holtikultura Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Holtikultura Bener Meriah, Surip Marsikin kepada Serambi, Senin (23/7) menyatakan daerah ini belum mampu menangkarkan bibit secara komersial. Dia beralasan, tidak ada yang membeli kalau dikembangkan secara besar-besaran, khususnya kentang.
“Kalau bibit kentang dikembangkan, lalu tidak ada yang pembeli, tentunya petani bisa rugi besar,” jelasnya. Dia menyatakan bibit kentang didatangkan dari Balai Pengembangan Benih Kentang di sentra pertanian Kentang Kecamatan Pangalengan, Bandung, Jawa Barat.
Dia menjelaskan pihaknya hanya membudidayakan pembenihan kentang clas G2 sebanyak 350 kg dan PD Anugrah mengembangkan bibit kentang clas G4. “BBI Sepeden, saat ini telah mengusulkan untuk mengembangkan bibit kentang G2 ke clas G3 sebanyak 2 ton bibit,” tambah Surip.
Selain itu, beberapa jenis tanaman lainnya tidak dapat dikembangkan lantaran keterbatasan pohon induk di antaranya, alpukat, durian, nangka, rambutan dan lainnya. Surip menjelaskan, sejumlah petani terpaksa melakukan pembenihan dan pembibitan sendiri.(c35)