Warga Lingkungan Demo PT Arun

Seratusan warga dari 13 desa di Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe, Selasa (18/9), mendemo PT Arun. Mereka menuntut PT

Warga Lingkungan Demo PT Arun
SERAMBI/ZAKI MUBARAK
Warga dari beberapa desa dalam kecamatan Muara Satu Lhokseumawe melakukan aksi unjuk rasa di depan pabrik PT Arun, Selasa (18/9).
LHOKSEUMAWE - Seratusan warga dari 13 desa di Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe, Selasa (18/9), mendemo PT Arun. Mereka menuntut PT Arun memprioritaskan tenaga kerja dari desa binaan perusahaan itu

saat dibukanya lowongan kerja seperti baru-baru ini. Menurut warga, mayoritas tenaga kerja yang diterima dalam seleksi itu berasal dari luar desa binaan.

Amatan Serambi, warga sekitar pukul 08.00 WIB kemarin sudah berkumpul di depan PT Arun. Mereka membawa poster yang isinya antara lain, “Bek racon yang kamoe hirup, tapi kerja kamoe perle...!,” “PT Arun jangan merampok hak pekerja desa lingkungan,”  dan “Desa binaan PT Arun bek jeut ke raket bak pisang.” Aksi itu dikawal puluhan personil Polres Lhokseumawe.  

“Dari sekitar 400-an tenaga kerja yang diterima, hanya sekitar 20 persen saja tenaga kerja lokal. Selebihnya dari luar desa binaan arun. Karena itu, warga hari ini (kemarin-red), berdemo supaya PT Arun menambah tenaga kerja dari lokal minimal enam orang dari tiap desa,” kata Muhammad MY, seorang orator.

Sebelumnya, menurut Muhammad, pihaknya sudah menyurati Vice President Director PT Arun meminta penambahan tenaga kerja di lingkungan PT Arun, tapi sampai sekarang belum dibalas. “Kemarin kami juga sudah beraudiensi dengan PT Arun, tapi sampai sekarang belum ada tanggapan,” katanya.

Tak lama kemudian, Camat Muara Satu, Anwar yang datang ke lokasi meminta warga membubarkan diri. Karena muspika akan memfasilitasi warga dengan pihak PT Arun untuk bermusyawarah. Tak lama kemudian, perwakilan warga bermusyawarah dan sebagian lainnya membubarkan diri dengan tertib.(c37)

Sudah Ada Kesepahaman
PERTEMUAN tadi (kemarin-red) warga dengan PT Arun difasilitasi oleh muspika juga dihadiri anggota DPRK Lhokseumawe. Dalam pertemuan itu sudah dicapai kesepahaman terkait tuntutan warga. Namun, yang perlu diketahui, kita juga telah merekrut tenaga kerja lokal dari 13 desa yang mencapai 116 orang tanpa tes. Kontraktor juga telah merekrut tenaga kerja lokal. Jadi, tak benar kita tak utamakan tenaga kerja lokal. Memang dari luar juga ada yang kita rekrut, tapi itu memang tenaga ahli yang tak ada di lokal.
* Hasballah Said, Kepala Humas PT Arun.(c37)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help