Lagi, Pelaut Aceh Hanyut ke Andaman

Kisah duka pelaut Aceh tampaknya tak kunjung berakhir. Informasi terbaru dari pihak keluarga melaporkan ada lima nelayan dari berbagai

* Panglima Laot Surati Kedubes RI di India

BANDA ACEH -  Kisah duka pelaut Aceh tampaknya tak kunjung berakhir. Informasi terbaru dari pihak keluarga melaporkan ada lima nelayan dari berbagai daerah di Aceh yang menggunakan “KM Aneuk Rahmad” kini diamankan kepolisian Andaman, India, setelah mesin boat yang mereka gunakan mati dan akhirnya terkatung-katung puluhan mil arah barat laut dari Aceh, hingga memasuki perairan negara di Asia Selatan itu.

Informasi yang diperoleh Serambi menyebutkan, kelima pelaut Aceh yang sempat dilaporkan hilang tersebut masing-masing Dedi Suhardi (32), M  Nur (40),  Amat (30), Iqbal (25) asal Gampong Jawa, Kota Banda Aceh dan Dahri (28) asal Idi, Aceh Timur.

Boat “KM Aneuk Rahmad” milik Nasrullah yang dinakhodai Dedi Suhardi tersebut bertolak dari Pelabuhan Perikanan Lampulo, Banda Aceh pada 27 Agustus 2012. Setelah hampir sebulan melaut, akhirnya pada 24 September 2012 pihak keluarga mendapat kabar dari pemilik boat yang menyebutkan kelima nelayan berada dalam pengamanan pihak kepolisian Andaman, India.

Panglima Laot Aceh, HT Bustamam didampingi Sekjennya, H Umar Abd Aziz SAg SS MA yang ditanyai Serambi, Kamis (27/9) membenarkan laporan hilangnya kelima pelaut Aceh tersebut dan laporan terbaru tentang keberadaan mereka di Andaman, India. “Tanggal 24 September 2012 kita menerima kabar yang menyebutkan kelima nalayan itu diamankan pihak kepolisian Andaman. Kabar itu kami terima dari Nasrullah (pemilik KM Aneuk Rahmad) yang mendapat info langsung dari nakhoda dan ABK-nya,” kata Umar Abd Azis.

Menurut Sekjen Panglima Laot Aceh, boat pancing “KM Aneuk Rahmad” mati mesin (mogok) sehingga terkatung-katung di perairan lepas hingga akhirnya hanyut ke wilayah Andaman dan diamankan oleh kepolisian negara tersebut. “Kabar yang menyebutkan mereka selamat disambut lega oleh pihak keluarga dan rekan-rekan mereka,” kata Umar. (nas)

Surati Kedubes
Kabar terdamparnya kelima pelaut tersebut di Andaman langsung ditindaklanjuti oleh Panglima Laot Aceh dengan menyurati Kedutaan Besar (Kedubes) RI di India. Surat resmi Nomor 16/PL-Aceh/IX/2012 tertanggal 27 September 2012 ditembuskan ke Kementerian Luar Negeri RI di Jakarta, Gubernur  Aceh di Banda Aceh, Ketua DPR Aceh di Banda Aceh, dan Kadis Kelautan dan Perikanan Aceh.

Dalam surat itu dirincikan identitas masing-masing nelayan beserta boat yang digunakan. Panglima Laot berharap Duta Besar RI bisa memperjuangkan melalui Pemerintah India agar dapat diringankan hukuman atau bebas hukuman mengingat kelima nelayan tersebut adalah nelayan tradisional yang mencari nafkah hanya untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga mereka seharí-hari. “Kami beserta keluarga yang mereka tinggalkan di kampung merasa sangat terbantu apabila permohonan ini dapat diwujudkan,” begitu harapan Panglima Laot Aceh.(nas)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved