Jembatan Cepu Indah Terancam Runtuh
Sebuah jembatan berkonstruksi kayu yang membentang di atas Kali Cepu Indah, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam
”Rawan sekali jembatan ini karena sudah lapuk dan banyak kayunya yang rusak,” kata Edi, salah seorang pengendara yang melintas kepada wartawan, Minggu (28/10).
Pantauan di lapangan, jembatan yang merupakan satu-satunya akses penyeberangan bagi warga di sana terlihat mulai rusak. Beberapa komponen seperti tiang, kayu maupun lantai jembatan tersebut banyak yang sudah patah, bahkan terlepas karena akibat lapuk. Tiang penyangga kiri-kanan jembatan juga mulai roboh. Bahkan terdapat pula sebuah lubang besar menganga di badan jembatan yang sewaktu-waktu mengancam pengendara terutama sepeda motor.
Jika tidak segera ditangani, dikuatirkan dapat membahayakan pengguna jalan. Pasalnya, menurut penuturan sejumlah warga, sudah banyak pengendara yang terperosok ke lubang jembatan. Padahal, jembatan tersebut sangat vital bagi ratusan masyarakat yang bermukim di kawasan tersebut.
Apalagi, jalur itu juga merupakan sarana menuju Sekolah Dasar (SD) Negeri 8 dan Terminal Barang. Karenanya, warga meminta Pemerintah Kota Subulussalam melalui instansi terkait mengalokasikan dana untuk perbaikan jembatan sebelum menelan korban jiwa.
Selain itu, jembatan Pelayangan yang membentang di atas Sungai Kombih, Desa Buluh Dori menghubungkan Kecamatan Longkib ke Kota Subulussalam juga rusak parah dan nyaris ambruk. Berdasarkan catatan Serambi, jembatan yang membentang di atas sungai selebar 50 meter tersebut telah kerap rusak.
Empat tahun silam, jembatan tersebut juga rusak parah dan diperbaiki. Hal ini lantaran sebahagian konstruksinya masih berupa kayu. Selain sudah termakan usia, ambruknya sejumlah lantai juga akibat kerap dilintasi oleh truk-truk berkapasitas besar termasuk angkutan alat berat seperti excavator.
Bagian lantai berupa pelat besi tipis mulai keropos dan berlubang, sehingga anyaman besi yang menyangga jembatan terlihat. Tampak pula sejumlah kayu yang menjadi bagian komponen jembatan bergeser lantaran besi pengikat terlepas. Kondisi ini membuat akses dari daerah ini menuju Kota Subulussalam dan sebaliknya terganggu karena kenderaan yang hendak melintasi jembatan tersebut harus siap dengan resiko.
Tak hanya itu, sebuah jembatan di Desa Sikerabang sekitar 2,5 kilometer dari jembatan pelayangan ambruk pada bulan April lalu akibat dilinas truk trado pengangkut excavator milik salah satu perusahaan perkebunan di Kecamatan Longkib. Hingga kini jembatan sepanjang sebelas meter tersebut tidak kunjung diperbaiki. Padahal, menurut warga, pihak perusahaan telah membuat surat perjanjian untuk memperbaiki jembatan yang rusak bukan membangun jembatan darurat.(kh)