Peulimbang Berdarah

Kompleks rumah dan balai pengajian Tgk Aiyub Syahkubat (50) di Desa Jambo Dalam, Kecamatan Peulimbang, Kabupaten Bireuen sejak

Peulimbang Berdarah - 181112foto.8_.jpg
SERAMBI/YUSMANDIN IDRIS
Korban luka sedang dinaikkan dalam mobil patroli dibawa ke Puskesmas Peulimbang seterusnya ke RSUD Bireuen.
Peulimbang Berdarah - 181112foto.9_.jpg
Mansur salah seorang korban meninggal sedang dinaikkan dalam ambulan Puskesmas Jeunieb dibawa pulang ke rumah duka, Semet Peulimbang.
Peulimbang Berdarah - 181112foto.10_.jpg
Rumah Tgk Aiyub di Desa Jambo Dalam, Peulimbang Bireuen
Peulimbang Berdarah - 181112foto.11_.jpg
Dua kerangka sepeda motor yang hangus dalam insiden berdarah di depan rumah Tgk Aiyub.
Peulimbang Berdarah - 181112foto.12_.jpg
Mayat Tgk Aiyub dan Muntasir yang hangus dibakar sedang diturunkan di RSUD Bireuen, Sabtu dinihari.

BIREUEN – Kompleks rumah dan balai pengajian Tgk Aiyub Syahkubat (50) di Desa Jambo Dalam, Kecamatan Peulimbang, Kabupaten Bireuen sejak menjelang tengah malam, Jumat (16/11) hingga menjelang subuh, Sabtu (17/11) berubah layaknya zona perang. Tiga orang tewas, termasuk Tgk Aiyub dan seorang pengikutnya yang dibakar hidup-hidup.

Menurut informasi yang dihimpun Serambi dari berbagai sumber, sekitar pukul 22.00 WIB, Jumat (16/11) massa dari berbagai penjuru bergerak ke rumah Tgk Aiyub Syahkubat berjarak sekitar tiga kilometer arah selatan jalan Banda Aceh-Medan. Massa tanpa senjata itu menggunakan kendaraan roda dua yang mereka parkir agak jauh dari rumah Tgk Aiyub. Menjelang pukul 23.00 WIB, massa merapat ke sasaran.

Kabar yang berkembang, malam itu massa bermaksud menjemput Tgk Aiyub dan pengikutnya untuk dimintai keterangan karena yang bersangkutan dinilai telah melanggar kesepakatan yaitu masih tetap melaksanakan pengajian tertutup dan tidak ada interaksi sosial dengan masyarakat sekitarnya.

Saat massa tiba di kompleks rumah Tgk Aiyub Syahkubat, tiba-tiba listrik yang sebelumnya terang benderang mendadak mati. Dalam keadaan gelap gulita, terjadilah penyerangan ke arah massa yang saat itu sudah berada dalam lingkungan pagar rumah.

Wartawan Serambi yang waktu itu sudah mendekati lokasi terpaksa putar haluan dan selanjutnya berlarian tak tentu arah bersama massa yang panik. Apalagi di antara massa mulai ada yang roboh terkena sabetan pedang dan parang.

Dalam suasana gelap gulita, korban luka-luka segera dievakuasi dengan sepeda motor ke Puskesmas Peulimbang dan Jeunieb.

Saat penyerangan terjadi, massa langsung mengetahui sejumlah orang menjadi korban bacok. Pada tahap-tahap awal, empat orang dilarikan ke Puskesmas Peulimbang, enam orang ke Puskesmas Jeunieb. Terakhir diketahui, di Puskesmas Jeunieb, satu orang tewas atas nama Mansur (35) sedangkan lima lainnya kritis.

Ketika mengetahui ada penyerangan di lokasi rumah Tgk Aiyub, massa lainnya dengan menggunakan sepeda motor bergerak ke Puskesmas Peulimbang dan Jeunieb untuk memastikan kondisi korban. Saat mengetahui banyak jatuh korban, termasuk korban tewas, massa yang terlihat tak mampu membendung emosi bergerak ke lokasi.

Pasukan polisi yang menggunakan truk dari Polres Bireuen yang masuk ke lokasi tak mampu berbuat banyak untuk mengendalikan keadaan karena jumlah massa diperkirakan sudah mencapai 1.500 orang.

Sekitar pukul 02.00 WIB dini hari, lokasi rumah dan balai pengajian Tgk Aiyub benar-benar membara. Tgk ATgk Aiyub bersama beberapa orang dekatnya terjebak di dalam rumah yang dikepung massa. Massa juga membakar balai pengajian di depan rumah, merusak MCK, menghancurkan dapur, membakar sepeda motor dan sepeda.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: bakri
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2016
About Us
Help