Polisi Bebaskan Tujuh Aktivis HMI Takengon
Para mahasiswa ini, dibebaskan setelah selama beberapa jam menjalani pemeriksaan dan dimintai keterangan oleh pihak kepolisian
Tujuh mahasiswa yang diamankan polisi sejak terjadi bentrok Kamis (22/11) kemarin, sekira pukul 11.00 WIB, baru diperbolehkan pulang pada Kamis malam, sekira pukul 20.30 WIB. Sebelum dibebaskan, sempat dilakukan prosesi kesepakatan antara anggota Polres Aceh Tengah dengan para mahasiswa termasuk beberapa anggota senior HMI.
Dalam prosesi kesepakatan itu, kedua belah pihak menyepakati tidak akan lagi mempersoalkan kericuhan yang terjadi dalam aksi demko kemarin siang. “Aktivis HMI telah mengaku salah. Untuk kedepannya, mereka (mahasiswa-red) berjanji akan membuat izin dulu sebelum melakukan aksi demo,” kata Kapolres AKBP Dicky Sondani melalui Wakapolres Kompol Suyoto, kepada Serambi Jumat (23/11).
Menurut Kompol Suyoto, pihak kepolisian juga tidak akan lagi mempersoalkan masalah bentrokan yang terjadi antara petugas polisi dan mahasiswa. Saat ini, lanjutnya, semua sudah selesai dan tidak ada lagi masalah. “Ya mereka sejak semalam, sudah kami bebaskan, dan bisa kembali melakukan aktivitas kembali. Untuk ke depan, mahasiswa ini, juga berjanji tidak akan anarkis saat melakukan aksi demo,” sebutnya.
Sementara itu, Ketua HMI Cabang Takengon, Syukran Bintang, yang coba dihubungi Serambi melalui telepon seluler berulang kali untuk dimintai tanggapannya soal dibebaskan para mahasiswa itu, tidak menjawab meski teleponya tersambung. Syukran Bintang, selain Ketua HMI Cabang Takengon, juga salah satu mahasiswa yang diamankan oleh polisi ketika terjadinya bentrokan.
Seperti diberitakan sebelumnya, mahasiswa HMI Cabang Takengon, terlibat bentrok dengan polisi ketika sedang melakukan unjuk rasa aksi solidaritas terhadap Ketua HMI Pusat yang dipukul oknum polisi di Jakarta. Dalam aksi itu, mahasiswa tidak mengantongi izin sehingga polisi mencoba membubarkan mahasiswa. Di sela-sela perdebatan antara polisi dan mahasiswa tiba-tiba terjadi kerusuhan hingga aksi saling tarik. Bahkan sempat terdengar suara letusan senjata.(c35)