Senin, 20 April 2026

Massa Amuk Ketua PA

Ketua Partai Aceh (PA) Wilayah Kota Subulussalam, Ridwan Husein kritis dihajar massa, Minggu (25/11) sekitar pukul 14.00 WIB

Editor: bakri

* Terjadi di Subulussalam
* Abang Kandung Korban tak Terima    

SUBULUSSALAM - Ketua Partai Aceh (PA) Wilayah Kota Subulussalam, Ridwan Husein kritis dihajar massa, Minggu (25/11) sekitar pukul 14.00 WIB. Insiden itu diduga sebagai balasan karena pada Sabtu (24/11) malam Ridwan Husein disebut-sebut menganiaya seorang warga bernama Azhari Tinambunan alias Buyung Bahagia (45). Abang kandung korban, Bakhtiar HS memastikan aksi itu bukan dilakukan massa tetapi salah satu organisasi kepemudaan yang mengarah pada tindakan premanisme dan arogansi.

Pengeroyokan terhadap Ridwan Husein terjadi di gang yang tak jauh dari rumahnya, tepatnya dekat kompleks bekas gedung Universitas Abulyatama, Jalan KH Dewantara atau Siti Ambia, Kota Subulussalam berjarak sekitar 300 meter dari Mapolsek Simpang Kiri.

Akibat penganiayaan itu, Ridwan harus dirawat intensif di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Puskesmas Penanggalan, Kota Subulussalam. Ridwan yang kerap disapa Iwan dikabarkan mengalami luka serius pada bagian kepala hingga sempat pingsan. “Kepalanya yang parah, hampir pecah di bagian belakang,” kata Nunun, adik perempuan Iwan kepada Serambi.

Aksi penganiayaan terhadap Iwan diduga sebagai bentuk pembalasan karena pada Sabtu (24/11) malam sekitar pukul 21.00 WIB, Iwan disebut-sebut menganiaya seorang warga bernama Azhari Tinambunan alias Buyung Bahagia (45).

Istri Ridwan Husein, Emi yang mendampingi suaminya saat dirawat di Puskesmas Penanggalan terlihat syok namun ibu dua anak ini bersedia menjawab beberapa pertanyaan Serambi.

Menurut Emi, pada malam sebelum terjadinya pengeroyokan itu, dia bersama dua anaknya sempat diteror oleh orang tak dikenal. Teror berupa pintu rumah digedor dan ditendang hingga lampu dimatikan. “Saya dan anak-anak sangat ketakutan. Saya tak tahu kenapa kami diteror,” ujar Emi yang mengaku tak tahu menahu urusan suaminya di luar. “Saya sehari-hari sibuk mengurus rumah dan anak-anak,” lanjutnya.

Sekitar pukul 03.00 WIB dini hari, suaminya pulang ke rumah. Selanjutnya, pada Minggu siang Iwan menuju ke Mapolsek Simpang Kiri. Namun dalam perjalanan, terjadilah insiden pengeroyokan oleh massa pemuda.

“Suami saya dihajar hingga babak belur. Saya tidak terima, kalau memang suami saya salah, kan ada hukum kenapa tidak diserahkan ke polisi. Malamnya juga kami sudah diteror, saya dan anak-anak tidak bisa tidur. Selanjutnya suami saya dikeroyok. Saya minta polisi mengusut tuntas,” tambah Ny Emi.

Secara terpisah, Bakhtiar HS yang merupakan abang kandung Ridwan Husein juga menyatakan tidak terima dengan perlakukan pengeroyokan yang menimpa adiknya. Menurut Bakhtiar, yang melakukan pengeroyokan bukan massa tetapi salah satu organisasi kepemudaan di Subulussalam. “Aksi tersebut sudah mengarah pada tindakan premanisme atau arogansi sehingga tidak boleh dibiarkan,” tandas Bakhtiar.

Bakhtiar sendiri menyatakan tidak sepenuhnya membenarkan tindakan adiknya sebagai ketua partai politik. “Saya bukan membenarkan si Iwan tapi jangan begini caranya. Apalagi pengeroyokan ini dilakukan oleh organisasi, bukan massa,” kata Bakhtiar, kader PDI-P yang kini duduk sebagai anggota DPRK Subulussalam. Bakhtiar mengaku sering menasehati adiknya agar tidak semberono dalam menjalankan partai supaya rakyat tetap simpatik.(kh)

Massa bukan Marah pada PA atau KPA
SAYA korban pemukulan Iwan cs pada Sabtu malam sekitar pukul 21.00 WIB di Jalan Teuku Umar persisnya di sekitar Swalayan Habsah. Saya yang sedang melintas dicegat oleh pelaku yang berjumlah sekitar tujuh orang mengendarai mobil Carry BK 1436 QN yang kini diamankan di Mapolsek Simpang Kiri. Waktu itu saya melakukan perlawanan dan beberapa saat kemudian warga sekitar datang melerai sehingga pelaku melarikan diri.

Saya dipukul pakai martil oleh Iwan. Rekannya juga memukul dari belakang pakai kayu broti, mereka banyak, ada tujuh orang tapi yang saya kenal hanya si Iwan. Saya sudah laporkan kasus itu ke polisi.

Insiden yang menimpa saya berawal saat kami hendak mendamaikan perselisihan antara sesama anggota PA di sebuah warung di Gang Aman. Tiba-tiba, saya dan rekan-rekan diserang oleh kelompok Iwan cs. Seorang rekan saya bernama Udin nyaris ditikam. Untung saja yang membawa belati itu terjatuh, kalau tidak tembuslah tubuh si Udin.

Amuk massa pada Minggu siang tidak terbendung. Namun yang perlu saya pertegas adalah, massa bukan marah pada PA atau KPA melainkan kepada oknum pengurusnya. Kami tidak pernah alergi pada PA dan KPA termasuk etnis tertentu. Insiden yang terjadi merupakan masalah pribadi antara kami dengan oknum pengurus PA.
* Azhari Tinambunan alias Buyung Bahagia, Tokoh Pemuda Subulussalam. (kh)

“Saya tak Menganiaya Buyung”
SUBULUSSALAM - Ketua PA Wilayah Subulussalam, Ridwan Husein (Iwan) yang dikonfirmasi Serambi sekitar pukul 20.30 WIB, Minggu (25/11) membantah tudingan bahwa dia menganiaya Azhari Tinambunan alias Buyung Bahagia. Justru sebaliknya, menurut Iwan, dia yang nyaris dianiaya pada malam sebelumnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved