Selasa, 21 April 2026

Massa Amuk Ketua PA

Ketua Partai Aceh (PA) Wilayah Kota Subulussalam, Ridwan Husein kritis dihajar massa, Minggu (25/11) sekitar pukul 14.00 WIB

Editor: bakri

Menurut Iwan, kasus tersebut terjadi sebelumnya di Gang Aman ketika dia bersama sejumlah rekannya di PA berusaha menyelesaikan permasalahan yang menyudutkan partai mereka. Iwan mengatakan, ada upaya pembusukan dilakukan terhadap PA sehingga berusaha diselesaikan secara internal. Namun, kata Iwan, anggota PA diserang sehingga salah seorang dari mereka terluka.

Iwan juga membantah kalau dia ikut dalam mobil Carry saat terjadi insiden perkelahian dengan Buyung Azhari. Pasalnya, ketika itu Iwan mengaku mengendarai sepeda motor Honda Scopy dan sempat dipegang lehernya. Iwan juga menampik tudingan kalau dia memukul bibir Buyung dengan martil. “Makanya saya sebenarnya mau ke Mapolsek mengklarifikasi persoalan sebenarnya. Saya tidak termasuk dalam mobil Carry, saya juga tidak pernah bawa martil apalagi memukul si Buyung. Soal parang ada di mobil itu benar, karena kami selama beberapa hari terakhir ini diteror, jadi buat jaga-jaga,” papar Iwan yang membenarkan saat dikeroyok memang membawa pisau.

Menurut Iwan massa pemuda yang mengerumuninya mencapai 50-60 orang namun yang memukuli dirinya sekitar lima atau tujuh orang. Iwan mengaku sempat mendengar kata-kata kalau dia akan dihabisi. Saat itu, Iwan meminta agar dia jangan dihabisi di depan publik karena takut anaknya yang masih kecil trauma. Iwan dipukuli dan dimasukan dalam parit. “Beruntung, saya diselamatkan oleh Sahidin Berampu alias Jambang, mantan Kasatpol PP dan WH Kota Subulussalam,” ujar Iwan.

Tuha Peut PA Subulussalam, Teungku Darkasyi yang dihubungi Serambi mengatakan, pihaknya menyerahkan sepenuhnya masalah tersebut kepada proses hukum. Darkasyi enggan berkomentar karena dia tidak ingin persoalan itu semakin meruncing. Begitu juga dengan berbagai isu miring yang diarahkan kepada Ketua PA Subulussalam, Darkasyi enggan menanggapi.

Darkasyi mengimbau pihak PA maupun masyarakat saling menahan diri karena apa yang terjadi bukan merupakan masalah kepartaian tapi lebih pada persoalan pribadi. “Jadi, kalau kami berbicara banyak nanti akan bertambah runcing, lebih baik saling menahan diri, biarlah masalah ini ditangani pihak kepolisian,” ujar Darkasyi. (kh)

Polisi akan Proses
SUBULUSSALAM - Kapolres Aceh Singkil, AKBP Bambang Syafrianto SIK didampingi Kapolsek Penanggalan, Iptu Hadidin Desky menyatakan, pihaknya akan memproses sesuai hukum kasus pemukulan yang melibatkan Iwan cs dan Buyung Azhari.

“Yang jelas ada kasus pemukulan. Masalah dia dari lembaga mana atau bagaiamana saya tidak tahu, yang penting kami proses karena ada warga yang melaporkan dipukul,” kata AKBP Bambang menjawab Serambi, Minggu (25/11).

Menurut Kapolres Singkil, hingga pukul 23.00 WIB, Sabtu (24/11), baru dua korban yang melapor ke polisi yakni Junedi alias Nyak (korban pengancaman) dan Buyung Azhari alias Buyung Bahagia yang menjadi korban pemukulan.

Menurut Kapolres Aceh Singkil melalui Kasat Reskrim AKP Ibrahim SH, pada Sabtu (24/11) malam, Iwan Husein melakukan pemukulan terhadap Buyung. Siang harinya, Minggu (25/11) korban bersama sejumlah warga menangkap Iwan, lalu diserahkan ke Polsek Simpang Kiri.

Menurut Ibrahim, massa diduga sempat melakukan kekerasan fisik terhadap Iwan hingga menimbulkan bekas lebam di wajahnya. Keluarga Iwan sempat datang meminta korban dibawa ke Banda Aceh untuk visum. Namun pihaknya menolak, karena sudah ditangani polisi. “Iwan kami bawa visum ke Rumah Sakit Umum di Gunung Lagan,” kata Ibrahim. Polisi belum mengetahui motif Iwan melakukan pemukulan terhadap Buyung karena masih melakukan pemeriksaan.(kh)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved