Rabu, 10 Juni 2026

Gubernur Minta Tamiang Jadi Motor Ekonomi Aceh

Gubernur meminta bupati dan wakilnya mengoptimalkan semua potensi alam

Tayang:
Editor: hasyim
zoom-inlihat foto Gubernur Minta Tamiang Jadi Motor Ekonomi Aceh
SERAMBI/M NASIR
GUBERNUR Aceh dr Zaini Abdullah menyematkan tanda jabatan kepada Bupati dan Wakil Bupati Aceh Tamiang, Hamdan Sati ST dan Drs Iskandar Zulkarnain yang dilantik di Gedung DPRK Aceh Tamiang, Jumat (28/12).
KUALA SIMPANG - Atas nama Presiden Republik Indonesia, Gubernur Aceh, dr Zaini Abdullah melantik Hamdan Sati ST dan Drs Iskandar Zulkarnain masing-masing sebagai Bupati dan Wakil Bupati Aceh Tamiang periode 2012-2017, Jumat (28/12) kemarin di Kuala Simpang. Gubernur meminta bupati dan wakilnya mengoptimalkan semua potensi alam di kabupaten itu guna menopang sistem pemerintahan dan menjadi motor pembangunan ekonomi Aceh.

Pelantikan dan pengambilan sumpah bupati dan wakilnya itu berlangsung dalam Sidang Paripurna Istimewa DPRK Aceh Tamiang yang dipimpin Ketua Dewan, Ir Rusman.

Dalam arahannya, Gubernur Zaini Abdullah mengatakan, Aceh Tamiang memiliki posisi strategis di Aceh. Baik karena letaknya yang berbatasan langsung dengan Provinsi Sumatera Utara, maupun karena keunikan dan potensi sumber daya alam cukup kaya yang dimilikinya.

“Salah satu keunikan itu adalah kemajemukan masyarakatnya. Kondisi ini tentu menghadirkan dinamika tersendiri bagi Pemkab Aceh Tamiang,” ulas Gubernur Zaini.

Potensi lainnya, Aceh Tamiang juga dikenal sebagai salah satu basis pertanian dan perkebunan berbagai komoditas yang bernilai ekonomi tinggi, seperti kelapa sawit, karet, kakao, jagung, dan buah-buahan. “Semua sumber kekayaan itu merupakan penunjang utama bagi pendapatan asli daerah,” kata Zaini.

Saat ini, Tamiang dikenal sebagai kawasan perkebunan yang cukup berhasil. Setidaknya ada 21 perusahaan besar yang mengembangkan usaha perkebunan kabupaten ini.

Di sisi lain, sebagai daerah yang berbatasan langsung dengan Sumatera Utara, Kabupaten Aceh Tamiang berpotensi sebagai kawasan investasi dan tempat industri pengolahan dan perdagangan. Semua potensi itu adalah sumber daya yang harus dijaga, dirawat, dan dikembangkan. “Adalah tugas bupati dan wakil bupati untuk tetap mengoptimalkan semua potensi itu demi menopang sistem pemerintahan yang berjalan,” ujarnya lagi.

Secara khusus Gubernur Aceh meminta bupati dan wakilnya yang baru dilantik untuk memimpin secara bijaksana, adil, dan amanah, dengan menjadikan kemajemukan sebagai modal penting pembangunan.

Gubenur juga meminta bupati dan wakil bupati menaruh perhatian terhadap enam hal. Antara lain, bekerja dengan sepenuh hati dan tulus ikhlas dengan mengedepankan asas transparansi dan akuntabilitas dalam kaitannya dengan upaya pemberantasan korupsi.

Kedua, lakukan konsolidasi demi terlaksananya pemerintahan daerah yang efektif dan iklim kerja yang kondusif, serta bangunlah kerja sama dengan kabupaten kota lain dalam rangka memajukan pertumbuhan ekonomi daerah.

Kerja sama ekonomi dengan Sumatera Utara, menurut Gubernur Zaini, juga harus terus ditingkatkan, mengingat Tamiang merupakan gerbang Aceh di pesisir timur. Meski demikian, Tamiang diharapkan kelak sebagai motor untuk pembangunan ekonomi Aceh yang mandiri.

 Tuntas
Dengan dilantiknya pasangan bupati dan wakil bupati terpilih Aceh Tamiang itu kemarin, maka tuntaslah seluruh rangkaian agenda pelantikan bupati/wakil bupati dan wali kota/wakil wali kota di 20 kabupaten/kota di Aceh hasil pilkada selama tahun 2012.  Tinggal tiga daerah lagi di Aceh yang akan melaksanakan pilkada, yakni Aceh Selatan, Pidie Jaya, dan Kota Subulussalam. (md)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved