Nelayan Pusong Temukan Bom Rakitan
Akhiruddin (28), nelayan asal Desa Pusong Lama, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe, Senin (1/1) sekitar pukul 16.45 WIB
Informasi yang diperoleh Serambi, kemarin, sore itu Akhiruddin sedang menarik sampan untuk ditambat ke tepi pantai, karena air mulai surut. Saat itu, ia melihat ada jeriken merah isi lima liter, dimana sebagian jeriken tersebut tertimbun pasir.
Setelah menarik sampannya, lalu Akhiruddin mengambil jeriken itu untuk digunakan sebagai alat membuang air dari sampannya. Tapi saat mengangkat jeriken tersebut terasa berat dan setelah diperhatikan ternyata dalam jeriken itu ada kabel warna putih.
Khawatir terjadi hal-hal yang tak diinginkan, kemudian nelayan itu memberitahukan temuan tersebut ke nelayan lain. Lalu, informasi itu diteruskan ke personel Kodim Aceh Utara. “Setelah dapat informasi tersebut, petugas kita langsung ke lokasi untuk memastikannya,” kata Dandim 0103 Aceh Utara, Letkol Inf Agus Tri Antoni kepada Serambi, Selasa (2/1).
Setelah memastikan benda tersebut adalah bom rakitan peninggalan masa konflik, tambah Dandim, petugas langsung mengamankan bom itu ke kodim. “Berat bom itu mencapai 20 kilogram, dan termasuk bom low explosive (berdaya ledak rendah). Bom tersebut nanti akan kita hancurkan,” kata Dandim.(c37)