Sabtu, 16 Mei 2026

Bidan dan Dokter PTT Pertanyakan Rapel Gaji

Sejumlah bidan desa dan dokter yang berstatus Pegawai Tidak Tetap (PTT) di Pidie mempertanyakan rapel tiga bulan gaji belum dibayar

Tayang:
Editor: bakri
* Sudah Diusul ke Pusat

SIGLI - Sejumlah bidan desa dan dokter yang berstatus Pegawai Tidak Tetap (PTT) di Pidie mempertanyakan rapel tiga bulan gaji belum dibayar. Pasalnya mereka menerima gaji jatah Oktober-Desember 2012 hanya 50 persen dari total gaji yang mereka terima setiap bulannya.

Menurut informasi diterima Serambi, sebelum sisa gaji yang dipotong itu dibayar sekaligus atau dirapel awal Januari 2013. “Sampai kini belum kami terima sisa gaji itu,” ujar seorang dokter PTT di Sigli, Minggu (6/1).

Hal senada juga diutarakan para bidan desa PTT lainnya. “Kami harap dinas bisa mempertanyakan ke pusat, kenapa rapel gaji kami belum dibayar,” ujar seorang bidan PTT di Pidie.

Menurut bidan PTT, gaji itu sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, sekaligus merupakan hak mereka sebagai bidan PTT yang bertugas di desa terpencil.(aya)

Sudah Diusul
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Pidie, drg M Rizal Faisal MARS ditanyai Serambi, Minggu (6/1) mengaku, jika sisa pengiriman insentif untuk bidan desa (bides) dan dokter PTT untuk bulan Oktober, November dan Desember 2012 belum dibayar.

Menurutnya, sisa gaji para bides dan dokter tersebut sudah diusul ke pusat. “Secara administrasi sudah kami kirim ke Jakarta, hingga kini masih diproses di pusat. Kami juga belum dapat memastikan kapan dibayar, dan kalau sudah selesai uangnya dikirim langsung ke rekening masing-masing bidan dan dokter PTT,”katanya.(aya)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved