Senin, 18 Mei 2026

Berita Bireuen

Tanggul Jebol dan Jalan Putus di Alue Kuta Jangka Akibat Banjir Rob, Warga Minta Penanganan Segera

Warga juga meminta pembangunan tanggul permanen agar luapan air laut tidak kembali masuk ke permukiman pesisir.

Tayang:
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Muhammad Hadi
Serambinews.com/Yusmandin Idris
JALAN PUTUS - Kalaksa BPBD Bireuen, Marwan ST MT dan Muspika Jangka didampingi Keuchik Alue Kuta Habibullah serta warga, Sabtu (16/5/2026) sore melihat kerusakan dampak luapan air pasang purnama di kawasan Alue Kuta Jangka. 

Ringkasan Berita:Warga Dusun Berawang dan Matang Pasi, Gampong Alue Kuta Jangka, Bireuen, resah akibat tanggul jebol dan jalan putus diterjang banjir rob.
 
Sebanyak 22 KK terkurung dan 20 rumah tergenang, sementara perbaikan darurat menunggu air pasang surut.
 
BPBD mengusulkan pembangunan tanggul permanen agar banjir rob tidak kembali merendam permukiman pesisir.

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yusmandin Idris | Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Warga Dusun Berawang dan Dusun Matang Pasi, Gampong Alue Kuta, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen, dilanda keresahan setelah rumah mereka terendam banjir rob serta akses jalan utama putus akibat luapan air laut pasang purnama, Sabtu (16/5/2026) pagi.

Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Bireuen dan pihak terkait segera menangani kerusakan badan jalan serta tanggul tepi pantai yang patah. 

Warga juga meminta pembangunan tanggul permanen agar luapan air laut tidak kembali masuk ke permukiman pesisir.

Harapan tersebut disampaikan Keuchik Alue Kuta, Habibullah, saat meninjau lokasi bersama Kapolsek Jangka Ipda Ifhdal, Danramil Jangka Lettu Inf Veri Yanto, Kepala Pelaksana BPBD Bireuen Marwan ST MT, serta perangkat gampong setempat.

Kapolsek Jangka, Ipda Ifhdal, mengatakan pihaknya langsung turun ke lokasi setelah menerima laporan banjir rob untuk melihat dampak kerusakan secara langsung. 

Baca juga: Banjir Rob Putus Dua Jalan Desa, 22 KK Warga Alue Kuta Jangka Bireuen Terkurung

Ia berharap pemerintah daerah segera menangani kerusakan yang terjadi, terutama karena kawasan pesisir tersebut tidak memiliki tanggul pengaman yang memadai.

Menurutnya, tanggul darurat dari pasir yang dibangun warga pascabanjir bandang sebelumnya tidak mampu menahan luapan air laut. 

Ia juga mengimbau masyarakat tetap waspada karena sedikitnya 22 rumah terdampak akibat jalan putus dan tidak dapat dilalui menuju pusat gampong.

Penanganan darurat setelah air pasang surut

Kepala Pelaksana BPBD Bireuen, Marwan, menyebutkan pihaknya segera meninjau lokasi setelah menerima informasi adanya warga yang terkurung. 

Tim BPBD mendapati 22 kepala keluarga di Dusun Matang Pasi terisolasi akibat dua ruas jalan putus.

Baca juga: BMKG: Waspada Banjir Rob di Pesisir Lhokseumawe, Bireuen, dan Meulaboh

Sementara di Dusun Berawang sebanyak 20 unit rumah tergenang karena tanggul pantai telah lama jebol dan belum diperbaiki.

BPBD menyatakan penanganan darurat kerusakan jalan akan dilakukan setelah air pasang surut. 

Hal ini dilakukan untuk menghindari kerusakan kembali apabila perbaikan dilakukan saat air laut masih pasang.

“Setelah air surut, akan dilakukan penanganan tanggap darurat agar 22 kepala keluarga yang terisolasi dapat kembali melintas. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved