KP3A Temui Korban Penculikan
Jika sudah ditemukan keluarganya, kami akan mengadvokasi untuk membawa pulang kedua anak tersebut
* Deteksi Keluarga Tiga Murid SD di Kajang
LHOKSEUMAWE - Kantor Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KP3A) Aceh Utara, Rabu (16/1), telah menemui Nuraini (16) korban penculikan asal Desa Krueng Simpo, Kecamatan Juli, Bireuen yang pernah ditahan di penjara Kajang, Malaysia. Tujuannya, untuk mendeteksi keberadaan keluarga dari dua anak SD Aceh Utara yang masih dipenjara di sana.
Kepala KP3A Aceh Utara, Khuzaimah A Latief kepada Serambi, Kamis (17/1) mengatakan, pihaknya akan mengirim surat ke camat untuk diteruskan ke semua keuchik di Lhoksukon dan Tanah Jambo Aye. Tujuannya, agar segera melapor jika ada anak yang hilang. “Jika sudah ditemukan keluarganya, kami akan mengadvokasi untuk membawa pulang kedua anak tersebut,” pungkasnya.
Secara terpisah, pengurus Kongres Advokasi Indonesia (KAI) Bireuen juga menyatakan pihaknya akan berusaha menjemput empat anak Aceh yang masih ditahan di penjara Kajang, Malaysia untuk dibawa pulang ke daerah asalnya.
“Menurut Nuraini, korban culik yang sudah kembali, tiga orang ditempatkan dalam satu sel, nama panggilan di sana adalah Julia (12) dan Rahmi (11) asal Pantonlabu, serta satu lagi bernama Nita (12) asal Lhoksukon. Sedangkan satu lainnya berada di sel terpisah dengan tiga anak tersebut,” jelas Ketua KAI Bireuen, Malik Dewa, SH kepada Serambi, kemarin.
Sejak beberapa waktu lalu, katanya KAI juga menjumpai pihak lain termasuk Polres Bireuen. Dalam beberapa hari ke depan, KAI akan melakukan koordinasi dengan Pemkab Aceh Utara, Pemkab Bireuen dan Gubernur Aceh mengharapkan dukungan dan dapat memfasilitasi keberangkatan ke penjara Kajang.
Kapolres Bireuen, AKBP Yuri Karsono SIK melalui Kasat Reskrim, Iptu Benny Cahyadi, kemarin, mengatakan, pihaknya terus memburu sejumlah pelaku penculikan lainnya.(yus)