SerambiIndonesia/

Menpan Resmikan STAIN Gajah Putih

Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara (Menpan dan Reformasi Birokerasi) H Azwar Abubakar, meresmikan Sekolah Tinggi Agama Islam

Menpan Resmikan STAIN Gajah Putih
SERAMBI/MAHYADI
Menpan-RB, Ir Azwar Abubakar, menandatangani prasasti peresmian STAIN Gajah Putih dan RRI Stasiun Takengon, di Lapanga Pacuan Kuda Blang Bebangka, Kecamatan Pegasing, Kabupaten Aceh Tengah, Sabtu (23/2).
* Bersama Kantor Imigrasi dan RRI

TAKENGON - Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara (Menpan dan Reformasi Birokerasi) H Azwar Abubakar, meresmikan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Gajah Putih, Sabtu (22/2). Sehingga, secara resmi telah menjadi binaan Dirjen Pendidikan Islam yang ke-53 dan suntikan dana sebesar Rp 8 miliar dikucurkan untuk sekolah tinggi kebanggaan warga Aceh Tengah itu.

Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pembukaan tirai di Lapangan Pacuan Kuda HM Hasan Gayo, Belang Bebangka, Kecamatan Pegasing, Aceh Tengah. Dua lembaga lainnya juga diresmikan, yakni Kantor Keimigrasian Takengon dan LPP RRI Takengon.

Acara dihadiri Asisten Ekonomi T Said Mustafa; Dirut LPP Rosalita Niken Widyastuti, Sekjen Pendidikan Islam Kemenag Prof Kamaruddin Amin, Bupati Bener Mirah H Ruslan Abdul Gani, Bupati Gayo Lues Ibnu Hasim dan Aceh Tenggara, Hasanuddin B.

“Apa yang dicapai kali ini merupakan hasil perjuangan sejak 27 tahun lalu, sebuah waktu yang cukup lama,” jelas Azwar Abubakar. Dia berharap, dengan penegerian STAIN Gajah Putih ini, maka penerimaan mahasiswa bisa lebih banyak lagi, selain pemberdayaan para dosen yang loyal.

Demikian juga dengan peresmian LPP RRI dimana dia berharap rasa nasionalisme harus terus diperkuat. Sedangkan kehadiran Kantor Imigrasi di Takengon, diharapkan akan mempercepat pelayanan kepada maysarakat seperti paspor haji, umrah dan lainnya.

Sedangkan Sekjen Kementerian Pendidikan, H Kamaruddin Amin mengatakan pemerintah daerah harus membantu pembangunan infrastruktur kampus dan lingkungannya. “Mari kita bersama merawat dan memantau agar Gajah Putih menjadi instrumen produktif, terutama di bidang keagamaan,” ujarnya. Seusai presmian, rombongan Azwar Abubakar dan Muspida plus menyaksikan pacuan kuda. Usai makan siang, Men-PAN berudiensi dengan mahasiswa.

Saat ini STAIN Gajah putih memiliki 2.272 mahasiswa, 52 dosen S2 dan seratusan dosen S1. Terdapat tiga jurusan yakni Tarbiyah, Syariah, dan Dakwah. Ada beberapa Prodi diantaranya Bahasa Inggris, Matematika, PAI, PGRA, Bahasa Arab, Syariah Muammalah, dan Penyiaran Islam. Kampus tersebar di tiga lokasi yakni di Desa Blangkolak, Mongal, dan Ujung Gergung.(gun/c35)

Nasaruddin: Momen Bersejarah
Bupati Aceh Tengah H Nasaruddin langsung menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung pendirian dan penegerian STAIN Gajah Putih. Dia menilai, momen ini sangat bersejarah karena STAI Gajah Putih sudah berdiri sejak 1986.

Kala itu, sebutnya, ada beberapa tohoh melalui Yayasan Gajah Putih berinisiatif mendirikan sekolah tinggi agama Islam ini. Antara lain  HM Jamin (bupati kala itu), H Mahmud Ibrahim, MR Banta Cut, Harun, Samarnawan, Yusuf Rawa dan M Syarif.  

Dia menjelaskan, setelah melalui proses panjang, pada 7 Januari 2011 STAI diusul penegeriannya ke Kankemenag RI dan akhirnya berdasar Perpres No 50-25 April 2012, dirubah jadi STAIN.

“Kami sampaikan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Menpan, Kankemenag, Gubenur Aceh, Bupati Aceh Tenggara, dan Bener Meriah, Rektor IAIN Farid Wajidi, mantan Wagub Aceh M Nazar, Said Mustafa, dan semua yang terlibat,” katanya.(gun/c35)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help