Polisi Pukuli Warga Hingga Pingsan
Seorang warga Leupung Sidom, Kecamatan Kuta Cot Glie, Aceh Besar, bernama Abdul Wahab (47) terpaksa dilarikan ke rumah sakit akibat
Informasi diperoleh Serambi, penyiksaan itu terkait upaya polisi mengungkap kasus pembunuhan terhadap M Nur, yang terjadi Selasa (19/2) lalu di kebunnya dalam wilayah Gampong Bak Sukun, Kecamatan Kuta Cot Glie.
Dari keterangan Abdul Wahab yang menjadi korban pemukulan, dia diinterogasi anggota Reskrim Polres Aceh Besar di Mapolsek Kuta Cot Glie, terkait kasus pembunuhan yang terjadi satu minggu lalu.
Interogasi terhadap dirinya berlangsung sejak Senin pagi pukul 10.00 WIB hingga malam sekitar pukul 24.00 WIB, dengan kondisi sesak di bagian dada dan memar di kaki dan bagian tubuh lainnya. Hingga akhirnya ia tak sadarkan diri saat dibawa ke sebuah klinik di kawasan Samahani, Aceh Besar,
“Saya dipukuli dengan kayu balok di lutut dan kaki, tangan saya juga dibakar dengan api rokok oleh sejumlah polisi, saat mereka menginterogasi saya,” katanya, sambil menunjukkan bagian tubuhnya yang menjadi sasaran penganiayaan.
Selain Abdul Wahab, polisi juga memeriksa delapan warga lainnya untuk dimintai keterangan pada hari yang sama, terkait kasus pembunuhan yang terjadi di wilayah itu. Dari sembilan warga yang dimintai keterangan, empat di antaranya dipanggil melalui surat, yakni Abdul Wahab, Rusdi, Muzakir, Dahlan.
Sementara lima warga lainnya, yaitu Nurlaila, Asma, Rusli, Iskandar, dan Anwar yang juga mengalami pemukulan, dijemput polisi tanpa ada surat pemanggilan. “Bahkan, polisi tidak memberitahukannya ke aparatur gampong bahwa ada warga kami yang dipanggil polisi untuk diperiksa,” ungkap Zahlawi, Keuchik Gampong Bak Sukun kepada Serambi, kemarin.
Sejumlah warga bersama korban telah melaporkan peristiwa itu ke Polsek Kuta Cot Glie, kemarin. Kapolres Aceh Besar, AKBP Djadjuli melalui Kapolsek setempat, Iptu Zainuddin SH juga mengakui sudah menerima laporan itu. “Saya berjanji akan menyampaikannya hal ini kepada Kapolres Aceh Besar,” ujarnya.
Namun terkait pemukulan warga di kantornya, Kapolsek Kuta Cot Glie itu mengatakan tidak mengetahui adanya peristiwa tersebut, karena saat pemukulan terjadi ia sedang tidak berada di kantornya.(yat)