Kamis, 11 Juni 2026

BMKG Ingatkan Bahaya Kebakaran Lahan

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Aceh mengingatkan masyarakat agar pada musim kemarau ini, mewaspadai

Tayang:
Editor: bakri
* Terdapat 7 Titik Api di Aceh

BANDA ACEH - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Aceh mengingatkan masyarakat agar pada musim kemarau ini, mewaspadai bahaya kebakaran lahan kering, padang ilalang, semak belukar, dan dedaunan kering di hutan pada musim kemarau ini.

Prakirawan BMKG Aceh, Nasrol Adil Ah MG SSi, dalam siaran pers yang diterima Serambi, Sabtu (23/3) kemarin, menyebutkan bahwa berdasarkan pantauan satelit TERRA yang dilakukan pihaknya, saat ini terdapat tujuh titik api (hot spot) di wilayah Aceh.

Ketujuh titik api tersebut masing-masing di wilayah Aceh Tamiang 1 titik api, Gayo Lues (1 titik), Nagan Raya (2 titik), Aceh Barat (2 titik), dan Aceh Besar (1 titik). “Ini perlu diwaspadai agar tidak sampai memicu terjadinya kebakaran di musim kemarau ini,” kata Nasrol.

Menurut Nasrol, analisa parameter cuaca yang kini cenderung meningkat ke arah yang lebih panas, rawan terhadap terjadinya kebakaran terutama pada lahan-lahan kering, padang ilalang, semak belukar, dan dedaunan kering di hutan.  

Berdasarkan parameter cuaca, ia menyebutkan bahwa pada Minggu (24/3) hari ini, wilayah timur dan utara Aceh tergolong sangat mudah terbakar dibanding dengan wilayah tengah dan tenggara Aceh. Sementara pada Senin (25/3), hampir sebagian besar wilayah Aceh aman dan tidak sulit dikendalikan bahaya jika terjadi kebakaran.

Masih dari parameter cuaca, selama tiga hari ke depan, wilayah yang tergolong aman dari kebakaran yaitu Banda Aceh, Sabang, Aceh Besar, wilayah utara Pidie, Aceh Jaya, wilayah tengah Pidie Jaya, Aceh Tengah, Bener Meriah, Aceh Tenggara, Gayo Lues, Aceh Selatan, Singkil, dan Subulussalam.  

Sementara itu, dalam waktu yang sama, wilayah yang tergolong mudah terbakar yaitu sebagian wilayah Bireuen, Aceh Utara, Lhokseumawe, Aceh Timur dan Aceh Barat. “Artinya, jika terjadi kebakaran di wilayah utara dan timur Aceh ini, maka akan sulit dikendalikan,” kata Nasrol.

Ia menambahkan, posisi matahari pada Maret ini yang berada tepat di khatulistiwa menandai dimulainya musim kemarau dan menyebabkan meningkatnya suhu udara. Aceh dikelilingi Samudera Hindia dan Selat Malaka merupakan sumber terbesar bagi penguapan air karena posisi matahari sedang berada di equator menyebabkan peningkatan suhu udara panas di Aceh.

Menurutnya, musim kemarau bukan berarti tidak ada hujan. Tetap terjadi hujan tetapi intensitasnya masih tergolong ringan (di bawah 50 mm). “Oleh sebab itu, bagi wilayah rawan kebakaran agar dapat menjaga lingkungan, tidak buang puntung rokok sembarangan,” kata Nasrol mengingatkan.(rel/m) 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved