Dinas Minta Santri Siapkan Rapor
Dinas Syariat Islam Aceh Utara meminta pimpinan dayah di kabupaten itu segera membuat rapor untuk santrinya. Sebab, rapor
LHOKSEUMAWE - Dinas Syariat Islam Aceh Utara meminta pimpinan dayah di kabupaten itu segera membuat rapor untuk santrinya. Sebab, rapor merupakan salah satu syarat bagi santri agar bisa menerima beasiswa dari Pemkab setempat. Untuk diketahui, tahun ini Pemkab Aceh Utara melalui Dinas Syariat Islam mengalokasikan dana Rp 1 miliar dalam APBK untuk beasiswa santri berprestasi dan kurang mampu.
“Hingga sekarang, penyaluran beasiswa untuk santri disejumlah dayah tak bisa kita lakukan karena banyak santri yang belum punya rapor.
Sebab, rapor merupakan salah satu bukti seorang santri berprestasi atau tidak. Karena itulah, kita imbau semua dayah dapat menyiapkan rapor untuk santrinya,” jelas Kadis Syariat Islam Aceh Utara, Tgk M Idris, kepada Serambi, kemarin.
Menurutnya, untuk santri kurang mampu dibuktikan dengan surat keterangan kurang mampu dari keuchik. Sedangkan santri berprestasi harus dibuktikan dengan nilai rapor. “Dalam waktu dekat kami akan panggil pimpinan dayah di Aceh Utara untuk mendiskusikan masalah tersebut, sehingga ada solusinya,” ujar Tgk Idris.
Dikatakan, santri perlu menyiapkan rapor dan administrasi lainnya supaya penyaluran beasiswa tak bertentangan dengan aturan yang ada dan menjadi persoalan di kemudian hari.
Ditambahkan, beasiswa itu diprioritaskan bagi santri Aceh Utara yang sedang menuntut ilmu pada dayah-dayah di kabupaten tersebut. “Tapi, jika memungkinkan beasiswa itu nanti juga akan diberikan kepada santri Aceh Utara yang belajar pada dayah di luar Aceh Utara,” pungkasnya.(c37)
Perlu Ditinjau Ulang
RAPOR dijadikan salah satu syarat bagi santri untuk bisa menerima beasiswa dari Pemkab Aceh Utara harus ditinjau ulang. Karena, selama ini banyak santri di dayah salafi tak punya rapor tertulis. Kami pikir, syaratnya cukup rekomendasi dari pimpinan dayah atau ulama. Karena, pimpinan dayah pasti lebih tahu santri mana yang berprestasi dan patut menerima beasiswa itu. Tak mungkin pimpinan dayah berbohong dan merekomendasikan santri yang tidak berhak menerima beasiswa. Percayalah, rekomendasi ulama sudah melalui seleksi yang ketat.
* Zulfadli, Ketua Rabithah Taliban Aceh (RTA) Aceh Utara.(c37)