A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Pembayaran Sertifikasi Tunggu SK Kemendikbud - Serambi Indonesia
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 2 September 2014
Serambi Indonesia

Pembayaran Sertifikasi Tunggu SK Kemendikbud

Sabtu, 6 April 2013 14:18 WIB
BANDA ACEH - Pembayaran dana sertifikasi guru di Aceh yang tersendat, ternyata bukan masalah dana yang belum ada. Tapi, juga menyangkut dengan jumlah guru penerima yang terus bertambah, dan juga belum adanya surat keputusan pembayaran dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) di Jakarta.

Hal itu dikemukakan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kota Banda Aceh, Syaridin MPd dan Kepala Dinas Pendidikan Pidie Jaya, Drs Ridwan M Ali MPd kepada Serambi secara terpisah, Jumat (5/4) kemarin.

Kadis Dikpora Banda Aceh, Syaridin menjawab Serambi mengatakan dana untuk tiga bulan pembayaran tunjangan sertifikasi guru untuk Banda Aceh sekitar Rp 70-an miliar sebenarnya tiga hari lalu sudah masuk ke rekening.

“Hanya saja, kami belum bisa membayar, karena SK pembayarannya belum ada. Dan juga kita belum tahu, apakah dana yang dikirim itu, termasuk untuk melunasi kekurangan bayar dana sertifikasi tahun 2012 lalu sebanyak 2 bulan?. Kami masih menunggu petunjuk dari Jakarta,”katanya.

Sedangkan Kadis Pendidikan Pidie Jaya, Ridwan M Ali, pihaknya mengaku selain belum ada SK pembayaran dari Jakarta, juga menyangkut jumlah guru calon penerima sertifikasi di daerah yang terus bertambah lebih dari 60 persen. “Kalau tahun 2012 lalu, misalnya, jumlah guru penerima sertifikasi 400-an orang, tapi tahun ini jumlahnya telah mencapai 900-an orang,” katanya.

Sementara itu dari Aceh Barat Daya (Abdya) dan Pidie dilaporkan ratusan guru sertifikasi mengeluh. Pasalnya dana sertifikasi yang menjadi hak mereka selama lima bulan sejak November-Desember 2012 dan Januari-Maret 2013 hingga kini belum dicairkan.

Pengelola tunjangan sertifikasi guru Disdik Abdya, Qusairi SE yang dihubungi Serambi  mengaku dana sertifikasi 685 guru selama lima bulan belum dibayar.

Tapi, dana untuk triwulan pertama tahun anggaran 2013 sudah masuk ke rekening daerah sebesar Rp 8,2 miliar.

Sedang menyangkut kekurangan bayar dana sertifikasi tahun 2012 lalu untuk bulan November dan Desember, belum ada petunjuk dari Jakarta. Kadis DPKKK Abdya, T Iskandar SE menjelaskan dana triwulan pertama 2013 sudah masuk ke rekening daerah, Kamis (28/3) sebesar Rp 8.282.418.000, ditambah sisa tahun lalu sebesar Rp 723.106.400, maka total dana sertifikasi di kas daerah kini berjumlah Rp 9.005.524.400. “Kita sudah kirim surat pemberitahuan dana tersebut ke Disdik sekaligus meminta untuk segera memasukkan surat perintah membayar (SPM) ke DPKKK,” katanya.

Sementara itu Kadis Pendidikan Pidie, Drs Bukhari Thahir MPd mengaku meski dana sebesar Rp 19 M untuk sertifikasi guru sudah masuk, namun pihaknya belum bisa membayar karena SK guru sertifikasi itu belum turun dari Kemdikbud.

Sebab, kata Bukhari, dana sertifikasi harus dibayar dengan SK dari Kementerian dan setiap tahun SK tersebut dibuat untuk pencairan dana yang dibayarkan tiap tiga bulan sekali.(sir/az/naz)  

* Dana sertifikasi untuk guru sudah ditransfer kab/kota masing-masing
* Pembayaran dana sertifikasi untuk guru harus menggunakan SK pembayaran dari Kemendikbud
* Para guru diharapkan agar bersabar menunggu SK pembayaran
Editor: hasyim
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
174444 articles 16 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas