Abrasi Pantai Kluet Utara dan Bakongan Mengganas
Abrasi (pengikisan oleh air laut) di pantai Gampong Pasie Kuala Ba’u, Kecamatan Kluet Utara, dan pantai Gampong Ujong Mangki
Zaiton Ludny, tokoh masyarakat Kluet Utara kepada Serambi, Jumat (6/4) juga melaporkan bahwa gelombang pasang yang terjadi Jumat (5/4) malam telah menyebabkan abrasi di pantai di Desa Pasie Kuala Ba’u, Kecamatan Kluet Utara, semakin parah. Jika sebelumnya abrasi yang terjadi hany6a berkisar 20 meter dari garis pantai saat ini diperkirakan hanya tersisa 10 meter lagi.
“Sebagian tebing pantai yang dulunya dibentengi gunungan pasir kini habis terkikis oleh ombak ganas yang ketinggiannya diperkirakan mencapai 5 meter di saat musim barat laut. Sebagian warga pesisir pantai Desa Pasie Kuala Ba’u merasa resah, dikarenakan sebagian pesisir pantai yang dulunya ada tebing alami yang membentengi masuknya air laut dan menghambat kencangnya angin badai, kini habis terkikis oleh ombak ganas,” ungkap Zaiton.
Dia berharap supaya intansi terkait segera menanggulangi persoalan tersebut dengan cara membangun tanggul pemecah ombak di kawasan tersebut. “Sebab jika kondisi itu terus dibiarkan lambat laut daratan setempat akan berubah menjadi laut,” katanya.
Sementara itu Keuchik Ujong Mangki, Kecamatan Bakongan, Arman kepada Serambi, Sabtu (6/4) melaporkan, sedikitnya tiga unit rumah warga mengalami rusak berat akibat dihantam gelombang pasang yang terjadi Jumat malam. Demikian juga dengan 12 unit rumah warga lainnya saat ini juga sudah sangat terancam keberadaannya. “Kita khawatir, jika persoalan ini tidak segera ditangani bisa mengancam keselamatan warga,” papar Arman.
Keuchik Arman, puluhan warga yang bermukim di sepanjang bibir pantai saat ini resah, sebab gelombang besar yang menerjang daratan setempat sangat leluasa menerobos pemukiman penduduk karena tidak terhalang dengan tanggul pemecah ombak (breakwater).
“Penduduk berharap, instansi terkait bisa membangun tanggul pemecah ombak (breakwater) untuk mencegah terjadinya abrasi meluas,” paparnya.
Dikatakannya, jarak rumah penduduk dengan bibir pantai saat ini hanya berkisar antara 2 atau 3 meter lagi. Demikian juga dengan badan jalan nasional di lintasan Banda Aceh–Medan, jaraknya hanya berkisar 12 hingga 17 meter lagi. “Ancaman abrasi itu sudah terjadi sejak setahun lebih, namun hingga kini belum juga ada tindak lanjut dari pemerintah,” tambahnya.(tz)
Sedang di Lokasi
TERKAIT dengan persoalan tersebut, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Selatan, Drs Masdi MM yang dikonfirmasi Serambi secara terpisah, Sabtu (6/4) mengaku dirinya sedang berada di lokasi abrasi bersama perwakilan Balai Pengairan I Sumatra–Aceh untuk memeriksa kondisi pantai Kuala Ba’u.
“Ya benar, abrasi di dua kecamatan, yakni pantai Kuala Ba’u, Kecamatan Kluet Utara dan Gampong Ujong Mangki, Kecamatan Bakongan bertambah parah. Saat ini saya sudah dilokasi,” ungkap Masdi.(tz)