Wagub: Kedepankan Nilai Syariat dalam Bekerja
Wakil Gubernur (Wagub) Aceh, Muzakir Manaf berharap pejabat di jajaran Pemerintah Aceh selalu mengedepankan nilai-nilai syariat Islam dalam bekerja
Menurut Wagub, pengajian seperti itu hendaknya jangan berlangsung di provinsi saja, tapi harus sampai ke pelosok desa. “Karena itu, kami berharap semua kabupaten/kota meniru acara eperti ini guna menanamkan nilai Islam bagi semua pihak,” kata Muzakir.
Setelah Wagub menyampaikan sambutan sekitar lima menit, acara dilanjutkan dengan pengajian yang dipimpin Tgk HM Yusuf A Wahab, Pimpinan Dayah Babussalam Jeunieb, Bireuen. Ia mengupas tentang belenggu yang menjerat pikiran manusia yaitu dosa, cinta fisik, materi, dan terbelenggu oleh interaksi sesama. “Kita berinteraksi secara sosial dengan sesama makhluk, namun lupa membangun interaksi yang kuat dengan Sang pencipta makhluk,” ujarnya.
Tgk M Yusuf meminta pengambil kebijakan mengedepankan nilai syariat Islam dalam setiap program pembangunan. Sebab, pembangunan moral lebih penting dari pembangunan fisik. “Kita harus mengintegrasikan nilai syariat dalam setiap regulasi. Saya korbankan netralitas saya untuk hadir disini hanya semata untuk menyuarakan pembangunan moral,” katanya.
Sebelumnya, Kepala Biro Keistimewaan dan Kesra Setda Aceh, Syaiba Ibrahim melaporkan tujuan kajian tinggi itu antara lain, agar ada pemahaman Islam yang baik dan benar dan sebagai benteng diri dari kemungkinan korupsi, kolusi, dan nepotisme di kalangan pejabat Pemerintah Aceh.(swa)