A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Blangko STNK Kosong - Serambi Indonesia
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 19 April 2014
Serambi Indonesia

Blangko STNK Kosong

Jumat, 19 April 2013 10:49 WIB
* Dirlantas: Dalam Proses Pengadaan

BANDA ACEH - Stok blangko Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), blangko Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB), dan pelat aluminium sepeda motor BL di seluruh kantor samsat di Aceh bulan ini dalam keadaan kosong.

Menurut informasi dari Kantor Samsat Lamteumen, Banda Aceh, hal itu terjadi karena Mabes Polri sampai minggu ketiga bulan April 2013 belum juga mengirimkan bahan material yang dibutuhkan itu ke Polda Aceh.

Dirlantas Polda Aceh, Kombes Pol Drs Unggul Sedyantoro MSi yang dikonfirmasi Serambi, Kamis (18/4), di ruang kerjanya mengakui bahwa stok blangko STNK, BPKP, dan pelat aluminium untuk plat BL sepeda motor, di Kantor Samsat, sudah habis.

Di Kantor Samsat Banda Aceh, stok blangko STNK itu malah sudah habis sejak Selasa (16/4) lalu. Kondisi ini melanda seluruh kantor samsat yang ada di kabupaten/kota di luar Banda Aceh. Begitu juga blangko BPKP dan pelat aluminium khususnya untuk pelat BL sepeda motor. Tapi pelat aluminium untuk BL kendaraan roda empat atau lebih, stoknya masih ada. Itu pun tinggal sedikit lagi.

Kekosongan blangko STNK, BPKB, dan pelat aluminium untuk pelat nomor polisi kendaraan bermotor, ungkap Unggul, tidak hanya terjadi di Aceh, tapi juga di beberapa provinsi lainnya. Bahkan, ada beberapa daerah karena permintaan kendaraan roda dua dan roda empatnya sangat tinggi, sehingga stok blangko STNK, BPKP, maupun pelat aluminium nomor polisinya sudah habis sejak Januari 2013.

Menurut Unggul, pengadaan bahan material kelengkapan administrasi kendaraan bermotor itu dilakukan terpusat di Mabes Polri. Sebelumnya pengadaan blangko STNK, BPKB, dan lainnya itu, bisa dilakukan dengan cara penunjukan. Tapi kini harus melalui tender bebas.

Tahapan pengadaan bahan-bahan material kendaraan bermotor tersebut, menurut penjelasan pihak Mabes Polri, kata Unggul, saat ini sudah sampai pada tahap penetapan pemenang tendernya.

Pihak pusat memperkirakan, pengiriman blangko STNK, BPKB, dan material lainnya itu ke kantor samsat di daerah baru akan normal lagi pada Agustus mendatang.

Untuk mengatasi habisnya stok blangko STNK dan BPKB itu, kepada pemilik kendaraan baru maupun yang memperpanjang STNK lima tahunan, kata Unggul, Mabes Polri telah memberi petunjuk ke Polda se-Indonesia, termasuk Aceh, untuk terbitkan STNK dan BPKB sementara.

Petunjuk dan kebijakan yang diperintahkan Mabes Polri kepada Polda di seluruh Indonesia untuk mengatasi habisnya blangko STNK dan BPKB itu, kata Unggul, sudah dia laksanakan. Antara lain dengan memasang pengumuman mengenai telah habisnya blangko STNK dan BPKB di kantor-kantor samsat di kabupaten/kota dan menggantinya dengan STNK maupun BPKB sementara.

STNK dan BPKB sementara itu, berlaku resmi. Jika ada razia surat-surat kendaraan, pengendara bisa langsung menunjukkannya kepada polisi lalu lintas yang sedang razia di jalan raya.

Kepada para polantas, kata Unggul, sudah diberi tahu untuk tidak menilang atau menahan kendaraan bermotor yang menggunakan STNK sementara. “STNK sementara itu kita berlakukan karena blangko STNK yang aslinya sudah habis,” ucapnya.

Masa berlaku STNK sementara itu adalah sampai ada STNK yang asli menggantikannya. Begitu juga BPKB dan kelengkapan adminsitrasi surat-surat dan pelat BL kendaraan bermotor lainnya.

Unggul mengatakan, para pemilik kendaraan bermotor tak perlu resah atau khawatir dengan pemberlakuan STNK sementara. Soalnya, polisi sudah diberikan pengetahuan dan penjelasan mengenai hal itu, sehingga jika mereka razia di jalan raya untuk memeriksa surat-surat kendaraan bermotor, pemilik kendaraan yang menggunakan STNK sementara, tetap tidak akan ditilang. “STNK sementara yang kita buat itu juga punya pengaman dan tidak bisa ditiru,” timpalnya.

Lebih jauh Unggul menjelaskan, kebutuhan blangko STNK dan BPKB di Aceh mencapai 8.000-10.000 lembar/bulan. Hal ini disebabkan penjualan sepeda motor dan kendaraan roda empat di provinsi damai ini mencapai 8.000-10.000 unit/bulan. (her)

STNK Sementara juga Berlaku

Distributor sepeda motor merek Honda, Saifullah yang dimintai Serambi tanggapannya kemarin mengenai habisnya stok blangko STNK dan BPKB di hampir semua samsat se-Aceh mengatakan, sebagai distributor ia tak begitu mengkhawatirkan hal itu. Soalnya, karena Kantor Samsat di Lamteumen, Banda Aceh, sudah mengambil kebijakan untuk membuat STNK sementara.

STNK sementara yang diterbitkan kantor samsat, kata Saifullah, untuk sementara mereka cap di belakang nota pajak yang diterbitkan Dinas Keuangan Aceh, kemudian diisi data nama dan alamat pemilik kendaraan, spesifikasi kendaraan bermotor sesuai dengan faktur pembelian dan penjualan kendaraan baru dari masing-masing distributor dan merek kendaraan.

Distributor kendaraan, menurut Saifullah, bisa memahami kondisi yang terjadi pada polisi lalu lintas dan kantor samsat saat ini. “Kita berharap masalah ini bisa secepatnya diselesaikan,” ujarnya.

Manajer Pemasaran PT Dunia Barusa, Azhar, salah satu distributor kendaraan bermotor merek Toyota di Banda Aceh mengatakan, sampai kini belum ada complain dari pelanggan atau konsumen mobil Toyota terhadap penerbitan STNK dan BPKB sementara bagi pembeli mobil baru.

Menurut informasi yang didapat Azhar, kondisi ini tidak hanya terjadi di Aceh, tapi juga di beberapa daerah lainnya. “Kita berharap, proses penerbitan berbagai dokumen kendaraan bermotor itu, berjalan lancar dan surat kendaraan bermotor sementara yang diterbitkan itu berlaku, terutama ketika ada razia surat-surat kendaraan bermotor di jalan raya oleh polisi lalu lintas.” kata Azhar.

Yang ditakutkan pemilik kendaraan bermotor saat ini, kata Azhar, adalah jika ada oknum polantas yang razia di jalan raya dan menemukan dokumen surat kendaraan sementara tersebut, maka langsung dia tilang. “Hal seperti ini hendaknya tidak sampai terjadi agar masyarakat tidak diberatkan oleh masalah yang bukan bersumber dari dirinya. Kami sangat yakin polisi lalu lintas tidak melakukan hal itu dan akan bekerja profesional dalam menjalankan tugasnya di lapangan,” tukas Azhar. (her) 
Editor: bakri
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
180063 articles 16 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
© 2014 TRIBUNnews.com All Right Reserved About Us Privacy Policy Help Terms of Use Redaksi Info iklan Contact Us Lowongan
Atas