Nelayan Langsa Kesulitan Peroleh Solar
Nelayan di Kota Langsa hingga kini masih kesulitan memperoleh BBM jenis solar untuk boatnya
* SPBN Kuala Langsa Kosong
LANGSA – Nelayan di Kota Langsa hingga kini masih kesulitan memperoleh BBM jenis solar untuk boatnya. Bahkan akibat ketiadaan solar itu, sejumlah boat nelayan tak bisa melaut. Sementara itu Stasiun Pengisian Bahan Nelayan (SPBN) Kuala Langsa yang diperuntukan untuk penyediaan BBM nelayan, sejak berapa bulan terakhir terakhir mengalami kekosongan stok solar.
Panglima Laot Kuala Langsa, Jafarudin, kepada Serambi Jumat (19/4) mengatakan, kelangkaan solar tersebut mulai terjadi sejak bulan Februari 2013 lalu. Namun memasuki bulan Maret hingga saat ini, kondisi kelangkaan solar tersebut semakin parah saja. Bahkan sebagian pemilik boat tidak bisa melaut.
“Selama ini dalam satu bulan nelayan hanya bisa melaut 2-3 kali. Itu pun pemilik boat harus pandai-pandai mencari solar ke luar SPBN Kuala Langsa. Saat ini jumlah boat di Kuala Langsa 200 unit, belum lagi boat di kawasan Pusong, Seuriget, dan kawasan lainnya,”kata Jafaruddin.
Jafarudin menambahkan, apabila solar ini harus dibeli di SPBN luar, otomatis modal yang harus dikeluarkan pemilik boat lebih besar atau membengkak dari biasanya. Menurut Panglima Laot uala Langsa itu, jika kondisi seperti itu terus dibiarkan akan sangat merugikan nelayan.
“Bila nelayan tidak bisa melaut, bukan hanya nelayan yang rugi, tapi masyarakat juga kesulitan karena mahalnya harga ikan,”ujarnya. Ditegaskannya, kelangkaan solar ini harus segera diatasi oleh pihak Pertamina serta instansi terkait. Sehingga nelayan dan masyarakat tidak terus-menerus sengsara.(c42)
tanggapan dkpp langsa
SPBN Minta Pertamina Tambah Solar
Kepala Dinas Kelautan, Perikanan dan Pertanian (DKPP) Kota Langsa, Ir M Yusuf, ketika diminta tanggapannya terkait kelangkaan solar tersebut, kepada Serambi mengatakan, bahwa kelangkaan BBM solar itu terjadi dimana-mana dan bukan di Kota Langsa saja. Menurutnya sebulan lalu, pengelola SPBN Kuala Langsa juga ada melaporkan tentang perosalan itu, dan stok BBM solar yang ada di SPBN Kuala Langsa tak mencukupi dan telah meminta tambahan solar.
Diakui juga bahwa dirinya sudah memerintahkan pengelola SPBN itu, agar membuat permintaan penambahan jatah BBM solar ke SPBN Kuala Langsa, kepada pihak terkait Pertamina. Ditambahkannnya, jatah solar ke SPBU tersebut yang dilaporkan pihak pengelola SPBU Kuala Langsa, hanya ada sekitar 15.000 ton/bulan. Jumlah itu tak sebanding dengan kebutuhan nelayan yang ada saat ini.
“Pengelola SPBU harus melampirkan jumlah total boat nelayan Kota Langsa dan kebutuhan ril solar saat ini. Sehingga ini akan menjadi bahan pertimbangan pihak Pertamina, untuk memberikan penambahan stok solar ke SPBN Kuala Langsa dimaksud,” imbuh M Yusuf.(c42)