Rabu, 10 Juni 2026

Warga Minta Perbaikan Jalan Usaha Tani

Pemerintah Kota Subulussalam diminta mengalokasikan dana untuk pengerasan jalan usaha tani

Tayang:
Editor: hasyim
SUBULUSSALAM - Pemerintah Kota Subulussalam diminta mengalokasikan dana untuk pengerasan jalan usaha tani di Desa Lae Langge, Kecamatan Sultan Daulat. Pasalnya, jalan yang mulai dibuka tahun 2001 itu hingga kini belum sepenuhnya dapat dilalui lantaran masih berupa tanah sehingga tak jarang petani terjungkal saat membawa hasil pertanian.

“Sudah sangat parah, banyak petani yang kecelakaan karena jalannya licin menanjak pula lagi,” kata Darmansyah (34) petani setempat kepada Serambi, Rabu (17/4).

Menurut Darmansyah, buruknya kondisi jalan menuju areal pertanian di Lae Langge sangat menyulitkan para petani mengangkut hasil panen seperti padi dan jagung. Pasalnya, ruas tersebut satu-satunya akses yang dapat dilalui untuk mengeluarkan hasil pertanian warga setempat. Di lokasi tersebut menurut Darmansyah terdapat areal persawahan masyarakat mencapai 2000-an hektar. Apalagi Wali Kota Subulussalam Merah Sakti mencanangkan Desa Lae Langge sebagai kawasan program Food Estatet (lumbung pangan) untuk wilayah Kota Subulussalam. Pencanangan itu ditetapkan saat Wali Kota Merah Sakti melakukan panen perdana jagung hibrida di Desa Lae Langge, Kecamatan Sultan Daulat, Jumat, 15 April 2011 lalu.

Senada dengan itu disampaikan Sehat, ketua kelompok tani di Sultan Daulat. Menurutnya, areal persawahan di Lae Langge tersebut merupakan satu-satunya lokasi pertanian terbesar di Kecamatan Sultan Daulat. Masyarakat yang menumpukan hidupnya di lokasi persawahan Lae Langge berasal dari sejumlah desa seperti Bawan, Jabi-Jabi, Lae Langge, Sigrun, Suka Maju, Gunung Bakti bahkan dari Kapa Seusak, Aceh Selatan. “Tapi yang menjadi masalah sekarang adalah jalan menuju sawah, sebenarnya tidak panjang hanya seratus meter, tapi karena parah sudah banyak korban yang jatuh,” ujar Sehat beberapa waktu lalu.

Secara terpisah, Rasumin tokoh pemuda Sultan Daulat menambahkan, para petani tidak akan bisa hidup sejahtera bila areal sawah tersebut belum ditata secara baik dan dilengkapi fasilitas pendukung seperti sarana irigasi dan jalan. Karenanya, Rasumin meminta pemerintah dan para wakil rakyat memikirkan nasib para petani. Apalagi, lanjut Mak Amin yang diminta hanya pengerasan jalan ratusan meter sehingga sangat aneh bila tidak mendapat respon dari wakil rakyat maupun pemerintah setempat. “Yang jelas jalan ke arah persawahan itu sudah sangat parah kalau tidak segera diperbaiki maka akan bertambah korban kecelakaan,” pungkas Rasumin. (kh)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved