Kamis, 11 Juni 2026

UN 2013

Seorang Pelajar SMPN 1 Ikuti UN di RSUD

Seorang pelajar SMPN 1 Langsa, terpaksa mengikuti Ujian Nasional (UN) di Rumah Sakit Daerah Umum (RSUD) Langsa, karena

Tayang:
Editor: bakri
* Keluhkan LJK dan Penghapus

LANGSA – Seorang pelajar SMPN 1 Langsa, terpaksa mengikuti Ujian Nasional (UN) di Rumah Sakit Daerah Umum (RSUD) Langsa, karena mengalami kecelakaan pasca berlangsungnya pelaksanaan UN. Sementara itu, satu pelajar lainnya mengalami patah tangan, dan terpaksa dibantu pengawas dalam mengisi Lembar Jawaban Komputer (LJK) UN.

Dua pelajar SMPN setempat yaitu masing-masing Rahmat mengalami patah tangan, tetap mengikuti UN di sekolah namun dibantu pihak pengawas saat mengisi LJK. Sedangkan Muchlisin, kecelakaan tabrakan sepmor dirawat di RSUD Langsa, bisa mengerjakan pengisian LJK tanpa bantuan, tetapi tidak bisa di sekolah, karena harus diinfuse. Proses UN bagi pelajar ini tetap mendapat pengawasan pihak pengawas terkait.

Anggota Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Langsa, diantaranya Ketua Komisi Burhansyah SH, Sekretaris Ali Sadly, dan anggota Tgk Salahuddin, M Nur, yang melakukan pemantaan pelaksanaan UN, Rabu (24/4), menerima laporan itu dari pihak SMPN 1 Langsa. Namun inisiatif pihak sekolah sangat cepat, meski dua pelajarnya sakit (kecelakaan), tetapi mereka tetap bisa mengikuti UN sebagaimana mestinya.

Selain itu, kata Ali Sadlu, pihaknya juga menerima keluhan hampir dari seluruh sekolah di daerah ini, menyangkut tipisnya LJK termasuk buruknya kualitas penghapus (stip), yang disediakan pihak panitia UN dalam hal ini Kemendikbud RI. Untuk membantu anak-anak, pihak sekolah berinisiatif membeli penghapus lain di hari kedua pelaksanaan UN.

“Secara umum pelaksanaan UN di daerah kita ini berjalan lancar. Namun pelaksanaan UN tahun ini, dinilai tidak sesempurna tahun-tahun sebelumnya, karena dua masalah menyangkut tipisnya LJK sehingga mudah terkoyak, dan buruknya kualitas stip yang disediakan pihak panitia UN Pemerintah Pusat,” kata Ali Sadly, kepada Serambi.

Politisi dari Partai Hanura ini, meminta kepada Kemendikbud selaku pihak penanggung jawab pelaksanaan UN, ke depannya agar benar-benar mengontrol pengadaan LJK dan stip maupun pensil yang disediakan rekanan, sehingga tidak menggangu proses pelaksanaan UN. Apalagi masalah ini hingga mengganggu konsentrasi pelajar, serta terbuangnya waktu mereka saat mengikuti UN sebagai penentu kelulusan anak-anak bangsa ini.(c42)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved