Polisi Buka Paksa Portal Kampus UTU
Personel Polres Aceh Barat yang dipimpin langsung Kapolres, AKBP Faisal Rivai SIK, Selasa (30/4) sekira pukul 12.00 WIB membuka
Kapolres Aceh Barat, AKBP Faisal Rivai kepada Serambi, kemarin mengatakan, penaikan kembali portal oleh pihaknya karena dinilai telah menganggu ketentraman umum. Kalau pun ada persoalan yang belum tuntas dapat ditempuh jalur hukum. “Warga yang menyegel ini sekitar 7 orang langsung kita amankan ke Polres guna dimintai keterangan,” ujarnya.
Sementara itu, aktivitas perkuliahan sekitar 4.000 lebih mahasiswa UTU Meulaboh di Alue Penyareng, Kecamatan Meureubo, Aceh Barat, Selasa pagi sempat lumpuh karena mahasiswa tidak diizinkan masuk ke perkarangan kampus karena pintu masuk dihadang oleh sekelompok warga sehingga mahasiswa terpaksa bertahan di warung-warung depan kampus.
Selain mahasiswa, para dosen juga tidak dibenarkan masuk ke pekarangan mapus. Padahal pada Selasa kemarin, selain ada aktivitas kuliah juga ada beberapa mahasiswa yang dijadwalkan akan sidang akhir.
Para penyegel di depan pintu bersenjatakan parang. Sementara sejumlah penyegel lainnya melakukan pertemuan di ruang Rektorat UTU dengan Rektor UTU, Drs Alfian Ibrahim MS. Hadir juga Muspika Meureubo, Kapolsek Ipda Jon Darwin dan Camat Meureubo, Najamuddin.
Namun pertemuan itu tidak membuahkan hasil. Para penyegel bernama Kelompok (Serikat) 16 yang diketuai M Syarif itu tetap menolak membuka segel sampai ganti rugi dilakukan.
Misriati, dari Kelompok 16 kepada Serambi, Selasa kemarin mengaku, tanah yang disebutkan oleh Pemkab seluas 199 hektare sudah kelir itu tidak benar. Sebab masih banyak yang belum dibayar sehingga mereka melakukan penyegelan. “Kami sudah berulang kali menyegel dan selalu janji-janji saja dan tidak pernah ditempati guna dibayar,” ujarnya.(riz)
Agar Segera Tuntas
REKTOR UTU Meulaboh, Drs Alfian Ibrahim MS menyampaikan harapannya agar persoalan tanah di UTU segera tuntas agar segera bisa keluar sertifikat sebab sejauh ini yang menjadi kendala dalam proses penegerian UTU adalah sertifikat. Karena itu Pemkab perlu segera menuntaskan persoalan ini sehingga tidak terus berlarut.(riz)
Jadi yang Terakhir
PRESMA UTU Meulaboh, Ade Irwanto berharap kasus penyegelan yang terjadi di UTU harus menjadi yang terakhir dan berharap ada penuntasan segera sehingga tidak berlarut, sebab yang menjadi korban adalah mahasiswa sebab terganggu proses belajar mengajar apalagi UTU kini sedang dalam upaya penegerian.(riz)