Kamis, 11 Juni 2026

Siswa SMP/SMA Unggul Sigli Protes

Sedikitnya 222 siswa SMP dan SMA Negeri Unggul Sigli, Pidie protes terkait menu makanan yang menurut siswa sering

Tayang:
Editor: bakri
* Menu Makan Didaur-ulang

SIGLI - Sedikitnya 222 siswa SMP dan SMA Negeri Unggul Sigli, Pidie protes terkait menu makanan yang menurut siswa sering ‘didaur-ulang.’ Akibatnya, Selasa (30/4) siswa mogok makan menggelar unjuk rasa. Menurut informasi dihimpun Serambi, aksi protes itu sebetulnya dimulai pada Senin (29/4). Siswa tidak mau makan siang dan malam. Malah ada menelpon orangtua untuk dibawa makanan.

Selanjutnya pada Selasa (30/4) sekira pukul 10.40 WIB aksi dilanjutkan dengan melakukan demo di halaman sekolah tersebut. Siswa yang sedang belajar di dalam kelas berhamburan keluar meski ada guru sedang mengajar. Sehingga, jam belajar pasca istirahat pukul 11.00 WIB jadi ‘diliburkan’ karena siswa terpaksa mengikuti aksi yang digelar di sekolah itu oleh pelajar SMP dan siswa SMA.

Dalam demo itu, diusung spanduk antara lain berisi Boh itiek masen warna dongker dibi (telur asin sudah berwarna dongker diberikan). Keumamah di daur ulang. Dan beraneka tulisan protes lainnya ditulis di helaian kartun putih dan biru. Seorang siswi SMA Negeri Unggul Sigli di sela-sela aksi kepada Serambi mengaku, kalau pembelajaran cukup bagus patut diacung jempol. “Kami protes ini soal makanan. Ikannya yang kemarin diolah lagi, dan banyak lagi masalahnya,” ujar dia dan dibenarkan beberapa siswa lainnya.

Dalam kegiatan itu juga hadir wali siswa ke sekolah itu memenuhi undangan kepala sekolah. Ada wali siswa tidak tahu apa gerangan mendadak ke sekolah. Ny Sri, seorang wali siswa meminta supaya pihak sekolah memperbaiki menu makanan untuk siswa. “Kami sering mendapat laporan dari anak-anak. Malah saya sedih mendengar dan terpaksa mengantar menu lauk lain ke sekolah anak saya,” katanya.(aya)

Kami Perbaiki Menu
Kepala SMA Negeri Unggul Sigli, Drs Armia Jawahir MPd ditemui Serambi di ruang kerjanya, Selasa (30/4) membenarkan adanya siswa memprotes menu makanan. Malah, sebut Armia, pada Senin (29/4) sore, pihaknya sudah memanggil tukang masak dan perwakilan beberapa siswa terkait hal ini. “Kami sangat kecewa kenapa siswa harus mogok makan,” katanya.

Makanya, Selasa kemarin pihak sekolah mengundang semua wali siswa  dan ketua komite sekolah guna membahas persoalan menu tersebut. “Kami tidak ingin berkembang isu macam-macam. Yang jelas kami akan memperbaiki dan menukar menu yang sudah ada,”kata Armia.

Sebetulnya, sebut Kasek, dari awal sudah ada pengaturan menu yang dibuat tiga macam daftarnya. “Artinya menu minggu ini dan minggu depan itu beda,” katanya.

Menurutnya, ada laporan misalnya telur asin bau, dari laporan tukang masak saat direbus tidak diketahui kalau bau. Lalu saat dibelah tulang masak mengaku tidak bisa mencium satu persatu. Ke depan diupayakan tidak lagi memesan telur asin dari Medan, tapi lebih baik asal daerah Sigli saja yang diasinkan alami. “Kami juga memaklumi hal ini karena jumlah siswa sebanyak 222 orang sementara yang melayani masak dan mengatur hidangan delapan orang,” katanya.

Di sisi lain, Armia mengaku, dana APBK Pidie 2013 diplot ke sekolah ini sebesar Rp 300 juta. Namun tahun ini diakui ada juga dialokasikan dari dana otsus migas, namun belum diketahui pasti jumlahnya. Sedangkan biaya makan siswa itu dikutip dari siswa sebesar Rp 7.000/sekali makan.(aya)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved