Selasa, 5 Mei 2015
Home » Opini

Strategi Pencapaian Target MDGs di Aceh

Rabu, 8 Mei 2013 08:38

PEMERINTAH Aceh berkomitmen menyejahterakan masyarakatnya, seperti diamanatkan Peraturan Gubernur Nomor 52 Tahun 2011 tentang Rencana Aksi Daerah Percepatan Pencapaian Tujuan Pembangunan Milenium (RAD-MDGs) Aceh 2011-2015. Ini, misalnya, terlihat dari upaya penanggulangan kemiskinan di Aceh telah menunjukkan kemajuan yang berarti dan mendekati target MDGs (Millenium Development Goals). Komitmen untuk menurunkan jumlah penduduk miskin rata-rata 2% per tahun sampai 2017 bukan hal yang mustahil bila semua pihak yang berkepentingan saling bahu-membahu, terutama pada perencanaan dan penganggaran serta implementasi kegiatan pembangunan yang tepat sasaran. Peran dinas-dinas strategis di pemerintahan Aceh akan sangat menentukan pencapaian target MDGs.

Tingginya jumlah pengangguran di Aceh merupakan penyumbang terbesar terhadap tingginya jumlah penduduk miskin. Secara umum proporsi penduduk miskin di Aceh terus menurun setiap tahunnya, dari 26,70% pada 2007 menjadi 19,57% pada pertengahan 2011. Dan angka terakhir yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) pada akhir Maret 2013 berkurang menjadi 18,36%. Namun demikian kita harus mengakui bahwa perbedaan antarwilayah masih cukup tinggi, karena masih ada 10 kabupaten/kota yang angka kemiskinannya melebihi rata-rata Provinsi Aceh.

Menurut BPS angka ini karena kondisi keluarga yang hidup di bawah garis kemiskinan umumnya berpendidikan rendah, kepala keluarganya perempuan dan bekerja di sektor pertanian. Jumlah penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan di daerah perdesaan lebih tinggi dari perkotaan. Pada 2007 angka kemiskinan di perdesaan 29.87% dan pada 2010 turun menjadi 21,87%. Sedangkan angka kemiskinan di perkotaan sebesar 18.68% pada 2007 turun menjadi 13,68% pada 2010.

 Target MDGs

Secara nasional Indonesia telah berhasil mencapai sejumlah target MDGs. Target tersebut antara lain di bidang kemiskinan dan kesehatan. Target MDGs yang telah dicapai saat ini adalah memotong setengah proporsi penduduk yang memiliki penghasilan di bawah 1 dollar per hari. Target itu antara lain memastikan kesempatan setiap anak mendapatkan akses pendidikan dasar, menghapus kesenjangan gender, dan menekan rasio kematian balita.

Selain itu, Pemerintah menyadari ada kelompok target lain yang membutuhkan percepatan dan upaya khusus dari negara. Kelompok ini termasuk menekan angka kematian ibu, memerangi HIV/AIDS dan meningkatkan tutupan lahan hutan. Ada beberapa target yang belum tercapai, di antaranya angka kematian ibu dan bayi yang masih tinggi. Walau sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan serikat buruh membantah klaim pemerintah mengenai pencapaian MDGs yang dinilai masih jauh.

Ini terkait masih tingginya angka kemiskinan, kekurangan pangan, dan air bersih, di sejumlah wilayah di Tanah Air. Namun, pemerintah bersama pemerintah daerah harus terus berjuang keras untuk mencapai target MDGs pada 2015. Pertumbuhan ekonomi tidak secara otomatis meningkatkan kesejahteraan rakyat. Untuk itu diperlukan intervensi pemerintah bersama pemerintah daerah dalam bentuk program-program pemerataan kesejahteraan.

Data-data yang ada menunjukkan bahwa sebagian besar target masih on the track dan diperkirakan akan dapat dicapai sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Walau demikian Pemerintah Aceh perlu melakukan evaluasi secara berkala guna memantau sejauh mana implementasi target MDGs, sekaligus mengidentifikasi kendala yang dihadapi untuk dicarikan jalan keluar, serta memastikan pelaksanaan program kegiatan dan penganggarannya.

Dengan adanya evaluasi maka bisa dilihat target mana saja yang perlu mendapat perhatian. Evaluasi juga berkaitan dengan pelaporan. Secara umum pencapaian indikator-indikator itu masih membutuhkan perhatian yang serius. Karena itu perlu adanya dorongan agar SKPA terkait Iebih memfokuskan kepada sasaran dan pencapaian indikator-indikator MDGs. Termasuk mekanisme pelaporan ke sekretariat nasional. Jadi di samping realisasi perlu adanya dokumentasi dan pelaporan.

Halaman123
Editor: bakri
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas