Kader PKS Pidie Ikut Pembekalan
Para kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya mengikuti pembekalan di Sigli, Minggu (12/5)
Politisi PKS yang kini duduk di DPR RI, Nasir Djamil mengatakan, pembekalan kader ini dimaksudkan agar bacaleg PKS mengenal potensi yang ada di dalam mereka dalam menghadapi dan menjalin hubungan sesama partai politik. “Selain itu juga agar mereka bisa mengetahui dan mengatasi kendala di lapangan, baik kendala yang sifatnya internal maupun ekternal,” kata dia.
Apalagi, kata Nasir, caleg PKS bukanlah caleg yang populer dan banyak uang. Sementara pemilu di Aceh, punya kompetitor yang berbeda dengan daerah lain, karena selain bersaing dengan sesama partai berbasis nasional, juga harus bersaing dan bersanding dengan partai berbasis lokal. “Masyarakat harus memahami bahwa parlok dan parnas milik masyarakat Aceh, bukan parlok saja,” katanya.
Lebih lanjut, kata Nasir, caleg PKS harus menjadi politisi panggilan bukan panggilan politik. “Intinya pembekalan kader PKS untuk membangun sarana komunikasi dalam menghadapi situasi politik di tingkat lokal maupun nasional,” demikian Nasir Djamil.
Pada bagian lain, Nasir Djamil juga mengingatkan para komisioner Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh harus bisa menumbuhkan kepercayaan dan partisipasi masyarakat untuk ikut pemilu. Karena itu, Nasir berharap KIP tidak menjadi pembajak demokrasi.
“Antusias masyarakat Aceh berpolitik meningkat. Salah satunya karena ramainya warga yang mendaftar menjadi bacaleg. Sehingga jangan sampai gara-gara KIP melakukan pembajakan demokrasi, masyarakat jadi apatis,” kata dia.
Kata Nasir Djamil, jika masyarakat sudah apatis terhadap KIP sebagai penjaga demokrasi, maka legitimasi hasil pemilu maupun pilkada di Aceh perlu dipertanyakan. Karenanya, kata Nasir, rasa antusiasme masyarakat di tingkat lokal itu harus dijaga oleh partai politik, khususnya KIP sebagai pelaksana pemilu.(naz)