Delapan Titik Jalan Nasional Rawan Amblas
Sedikitnya delapan titik badan jalan nasional lintasan Subulussalam-Medan terancam amblas. Pasalnya, ke delapan titik tersebut
SUBULUSSALAM – Sedikitnya delapan titik badan jalan nasional lintasan Subulussalam-Medan terancam amblas. Pasalnya, ke delapan titik tersebut terdapat berem jalan yang mengalami amblas namun hingga kini belum diperbaiki oleh instansi terkait. Padahal, kondisi ini dikhawatirkan akan membahayakan pengguna jalan apalagi di lokasi tersebut tidak dipasang rampa penanda jalan longsor.
Pantauan Serambi, Kamis (13/6), kedelapan titik badan jalan tersebut terletak sepanjang Desa Jontor-Lae Ikan mulai dari lokasi kantor perkebunan kelapa sawit PT Laot Bangko hingga menjelang perbatasan Subulussalam-Pakpak Bharat.
Secara rinci, berem di ruas jalan yang amblas masing-masing terdapat sekitar satu kilometer dari lokasi kantor perkebunan PT Laot Bangko persis di sebuah tikungan sebelah kanan dari arah Subulussalam menuju Medan.
Kemudian dua titik berada pada tikungan lainnya sekitar 12 kilometer setelah pusat Kota Subulussalam atau lima kilometer menjelang perkampungan Desa Lae Ikan, Kecamatan Penanggalan. Kondisi tersebut dapat membahayakan pengendara terutama bila berpapasan dengan kendaraan dari arah berlawanan. Tak jauh dari lokasi tersebut juga terdapat titik longsor lainnya yang berada di sebelah kanan dari arah Subulussalam.
Sementara tiga titik lainnya berada sekitar tiga kilometer dari perbatasan tepatnya berada di sekitar lokasi mobil L300 milik pengangkutan DR Himpak yang terjun bebas sebulan lalu. Dua titik lagi berada sekitar lima belas kilo meter dari Subulussalam menuju perbatasan Lae Ikan-Pakpak Bharat.
Kedelapan titik longsor tersebut terletak pada sisi sebelah kanan badan jalan. Kondisinya sangat berbahaya apalagi kondisi tanahnya kini sangat labil.
Walaupun sepintas, badan jalan itu tidak terlihat adanya kerusakan karena yang amblas hanya tanah di bagian bawah aspal sehingga hal ini sangat berbahaya. Jika segera diperbaiki lebar jalan terancam menyempit dan pengguna jalan harus lebih berhati-hati terutama saat hujan mengguyur. ”Bahayanya kalau orang yang tidak paham jalur ini asal melintas tahu-tahunya ada jurang,” kata Dirman, salah seorang pengendara.(kh)