Badai Landa Aceh
Badai Amuk 4 Kabupaten
Puting beliung dan badai melanda Kabupaten Aceh Singkil dan Simeulue, Minggu (16/6) siang. Angin kencang juga melanda Nagan Raya
* Kubah Masjid dan Atap Rumah Terbang
SINGKIL - Puting beliung dan badai melanda Kabupaten Aceh Singkil dan Simeulue, Minggu (16/6) siang. Angin kencang juga melanda Nagan Raya dan Aceh Barat, kemarin sore. Berbagai akibat ditimbulkan oleh angin ribut di empat kabupaten ini. Mulai dari pohon tumbang menimpa kabel listrik di Nagan Raya, sampai atap rumah yang terbang di Simeulue dan di Kuala Baru (Kuba) Aceh Singkil.
Malah di Singkil, puting beliung yang terjadi pukul 11.00 WIB menyebabkan kubah Masjid Baitul Qudus Kecamatan Kuala Baru terbongkar. “Semula hanya seperempat bagian saja. Tapi setelah puting beliung, datang pula angin kencang, sehingga kubah itu lekang dan terbang,” kata Maidanur, warga Kuala Baru, Aceh Singkin kepada Serambi, Minggu (16/6) siang.
M Azmar, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan Kuala Baru menambahkan, kubah Masjid Baitul Qudus yang diterbangkan puting beliung itu menimpa rumah penduduk.
Selain iu, sedikitnya empat rumah warga beterbangan atap serta kuda-kudanya disapu puting beliung. Puting beliung juga menghancurkan tempat pengolahan ikan di pinggir pantai milik warga setempat dan mematahkan bagian atas kubah masjid Desa Suka Jaya.
Menurut M Azmar, rumah penduduk yang rusak karena puting beliung terjadi di Desa Kuala Baru Sungai. Rumah Sabirin (40), rusak terasnya. Atap rumah Mas Arip (33) terbuat dari seng, ikut terbang. Rumah Baza Timur (60) malah terangkat mulai teras hingga bagian dapurnya.
Sementara itu rumah Hendrik (40), penduduk Kuala Baru Laut, seluruh atapnya terbang. “Angin sangat kencang. Kubah masjid yang begitu kokoh bisa terbang ke rumah yang ada di depannya,” kata M Azmar. Kemarin sore, warga terus berupaya menggeser kubah masjid dari atap rumah penduduk yang persis berada di depan masjid. Ada juga yang bergotong royong membantu mengangkat barang dari rumah korban agar tidak basah terkena hujan.
Sebagian warga lainnya mengumpulkan seng atap rumah yang berserakan. “Walaupun hujan, warga bergotong royong mengumpulkan seng dan menggeser kubah dari atap rumah yang tertimpa agar tidak membahayakan,” kata Camat Kuala Baru, Gusrianto.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Singkil, Sulaiman mengatakan, selain di Kuala Baru angin juga merusak satu unit rumah penduduk di Jalan Rintis dan satu unit rumah penduduk di Lae Butar, Gunung Meriah. Ia mengimbau warga agar waspada terhadap cuaca buruk yang akhir-ahir ini sering melanda.
Dari Suka Makmue, ibu kota Kabupaten Nagan Raya, dilaporkan, angin kencang dan hujan lebat yang terjadi Minggu (16/6) sekitar pukul 17.00 WIB ikut melumpuhkan arus lalu lintas di lintasan Meulaboh-Jeuram, tepatnya di kawasan Suak Puntong, Kecamatan Kuala Pesisir, Nagan Raya hingga ke perbatasan kabupaten di Desa Peunaga Cut Ujong, Kecamatan Meureubo, setelah empat tiang listrik tumbang dan miring ke badan jalan akibat terjangan angin.
Arus transportasi antarkabupaten di wilayah itu macet sepanjang tiga kilometer, karena ratusan kendaraan yang terdiri atas mobil, truk, pikap, serta sepeda motor terjebak di lokasi dan menghambat mobilitas warga.
Polisi dari Pospol Kuala Pesisir turun mengatur lalu lintas di sekitar lokasi kejadian guna melancarkan perjalanan warga. Namun, akibat banyak kendaraan antre, pengguna jalan terpaksa menghentikan laju kendaraannya, karena ruas jalan ini tak bisa dilintasi secara normal.
Badai kemarin sore juga ikut menumbangkan sedikitnya enam pohon di badan jalan lintasan Meulaboh-Jeuram, tepatnya di kawasan Desa Peunaga hingga ke Desa Gunong Kleng, Kecamatan Meureubo. Arus lalu lintas di wilayah ini sempat macet sekitar 30 menit.
Bahkan sebuah rumah tertimpa pohon, sehingga rumah di Desa Gunong Kleng, Kecamatan Meureubo itu rusak ringan. Namun, sejauh ini belum ada laporan korban jiwa akibat musibah ini.
Serambi memantau ke lokasi kejadian di Desa Suak Puntong, Kecamatan Kuala Pesisir, Nagan Raya dan Desa Peunaga Cut Ujong, Kecamatan Meureubo, Aceh Barat. Terlihat ratusan warga berupaya melintas di antara kabel listrik yang terjuntai ke badan jalan.
Sekitar pukul 19.30 WIB tadi malam, arus lalu lintas di wilayah ini kembali lancar meski setibanya di lokasi kejadian pengguna jalan harus ekstrahati-hati guna menghindari tiang listrik yang tumbang.
Kapolres Nagan Raya, AKBP Gunawan Eko Susilo melalui Kapolsek Kuala, AKP Sopian kepada Serambi mengatakan, macetnya arus lalu lintas di wilayah ini akibat tumbangnya tiang listrik. Sehingga perjalanan warga ikut terganggu dan memakan waktu beberapa jam menunggu perbaikan jaringan oleh pihak PLN.


