Kampus Unigha Disegel Mahasiswa
Puluhan mahasiswa tergabung dalam Pemerintah Mahasiswa (Pema) Universitas Jabal Ghafur (Unigha), Jumat (18/6) menyegel gedung Biro Rektor
Menurut informasi, banyak mahasiswa datang ingin kuliah, tapi dihadang oleh mahasiswa yang melakukan aksi. “Sehingga mahasiswa terpaksa pulang karena khawatir keamanan,” kata seorang staf administrasi di Unigha. Aksi ini, dilakukan mahasiswa sebagai bentuk protes terhadap yayasan dan kampus Unigha, yang dinilai tidak transparan dalam mengelola keuangan, serta tidak memiliki niat baik dalam memajukan lembaga pendidikan tinggi tersebut.
“Kami menuntut pihak yayasan membuat laporan keuangan dan menyiarkannya melalui media cetak dan elektronik. Meminta pihak kepolisian dan kejaksaan negeri Sigli mengusut tuntas dugaan penyelewengan dana-dana yang dikelola yayasan dan universitas,” kata Ismunandar, Sekjen Pema Unigha yang juga koodinator aksi tersebut, kepada Serambi di Gle Gapui, Selasa, (18/6).
Pembantu Rektor I Unigha, Ir Bukhari MP mengatakan, aksi unjukrasa yang dilakukan sebagian mahasiswanya itu telah berlangsung lima hari terhitung, Jumat (14/6). Kendati pihak rektor telah melakukan negosiasi dengan mahasiswa yang melakukan unjuk rasa, namun tidak berhasil dan mereka tetap ngotot menyegel gedung rektor bersama sejumlah ruang belajar. “Sebelum tuntutan mereka (mahasiswa) dipenuhi, mereka tetap mensegel kampus,” katanya.(aya)