Rabu, 15 April 2026

Ternak Bantuan Mulai Mati

Sebagian ternak bantuan Pemkab Aceh Tenggara (Agara), berupa sapi dan kambing mulai mati dan

Editor: bakri

* DPRK Agara Akan Laporkan Ke Polda

KUTACANE - Sebagian ternak bantuan Pemkab Aceh Tenggara (Agara), berupa sapi dan kambing mulai mati dan sakit-sakitan. DRPK Agara akan segera melaporkan insiden tersebut ke Polda Aceh untuk segera diselidiki, karena ternak bantuan yang disalurkan juga terlalu kecil dan tidak sesuai dengan spesifikasi semula.

Demikian dikatakan salah seorang anggota DPRK Agara, M Yunir, Kamis (20/6) dalam konferensi pers di ruang kerjanya. Dia menilai, sapi dan  kambing yang dilakukan Dinas Kesehatan Hewan dan Peternakan (Dinkeswannak) Agara, terlalu kecil dan tidak sesuai dengan speks dalam pagu yang dianggarkan per ekor.

Dia mengungkapkan, berdasarkan penelusuran pihaknya, harga sapi yang disalurkan berharga sekitar Rp 5 jutaan/ekor, begitu juga dengan kambing, berkisar Rp 600 ribu/ekor. Bahkan, sebutnya, ternak-ternak tersebut kurang sehat, sehingga sulit dikembangbiakkan oleh penerima bantuan.

“Kami akan segera melaporkan penyaluran bantuan ternak sapi dan kambing tersebut ke Polda Aceh dan Kejati Aceh,” ujarnya. M Yunir menegaskan sapi dan kambing bantuan yang telah disalurkan kepada masyarakat tidak layak untuk dikembangbiakkan, sehingga pengadaan ternak di dinas terkait harus diusut sampai tuntas.

“Kambing dan sapi bali yang disalurkan kepada masyarakat sudah ada yang mati dan sakit seperti di Kecamatan Ketambe dan Darul Hasanah,” ujarnya. Dia menjelaskan, berdasarkan hasil investigasi di lapangan dan laporan masyarakat, sapi bali dan kambing kacang yang baru diterima beberapa hari sudah mati dan sakit, sehingga ada yang sudah disembelih.

Dia menyatakan rencana proggram swasembada daging sapi pada 2014 ini tidak akan tercapai. Dia beralasan, pengadaan ternak sapi dan kambing sudah dimulai sejak tahun 2010, tetapi tidak berkembang dengan baik, karena ada yang dijual akibat sakit. MYunir berharap, Kapolda Aceh dan Kejati Aceh segera membentuk tim untuk mengusut bantuan ternak sapi bali dan kambing tersebut yang disalurkan sejak tahun 2010 hingga 2013.(as)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved