Santri, Penjaga Manuskrip, dan KWPSI Dapat Anugerah Dayah

Anugerah Dayah ini diberikan sebagai wujud penghargaan dan rasa terima kasih dari Badan Dayah atas kerja keras mereka

Santri, Penjaga Manuskrip, dan KWPSI Dapat Anugerah Dayah
SERAMBINEWS.COM/ZAINAL ARIFIN M NUR
Ibnu Hajar (berpeci), santri Dayah MUDI Samalanga, bersiap-siap menerbangkan pesawat terbang ciptaannya di Lapangan Tugu Darussalam, Banda Aceh, Rabu (04/09/2013). Ibnu Hajar merupakan salah satu dari empat penerima Anugerah Dayah pada acara Expo Pendidikan 2013. 

Laporan : Zainal Arifin M Nur | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Dua santri, dua lembaga, dan satu tokoh mendapatkan penghargaan Anugerah Dayah dari Pemerintah Aceh. Penghargaan ini diserahkan oleh Kepala Badan Pembinaan Pendidikan Dayah (BPPD), Bustami Usman, pada acara penutupan Expo Pendidikan 2013,  di AAC Dayan Dawood, Unsyiah, Darussalam, Rabu (04/09/2013) sore.

Dua santri yang mendapatkan penghargaan adalah, Tgk Ibnu Hajar, santri MUDI Mesra atas kreatifitasnya menciptakan pesawat terbang dan tricopter yang bisa merekam gambar dari udara.  Serta Tgk Zulfahmi Aron, pencetus Majalah Santri Dayah pertama.

Sementara dua lembaga yang mendapatkan Anugerah Dayah adalah. Pertama Dayah Multimedia yang berlokasi di Dayah Salafi Babussalam Al-Aziziyah Jeunieb Kabupaten Bireuen. Anugerah untuk dayah yang dipimpin Tgk H Muhammad Yusuf A Wahab ini, diterima oleh Tgk Junaidi Ibrahim selaku manajer Dayah Multimedia.

Satu lembaga lain yang mendapat Anugerah Dayah adalah Kaukus Wartawan Peduli Syari'at Islam (KWPSI), yang dinilai ikut berjasa dalam mempublikasikan aktifitas dan kreatifitas santri dayah. Aktivis KWPSI juga kerap memberikan pelatihan menulis untuk santri. Penghargaan untuk KWPSI diterima oleh Sekretaris Jendralnya, Muhammad Saman SAg.

Anugerah serupa juga diberikan kepada penjaga manuskrip (naskah kuno) Aceh, Tarmizi A Hamid. Pemimpin Rumoh Manuskrip Aceh, dianggap berjasa besar dalam menyelamatkan naskah dan manuskrip kuno karya ulama Aceh tempo dulu.

Kabid Pemberdayaan Santri di BPPD, Muhammad Nasir mengatakan, Anugerah Dayah ini diberikan sebagai wujud penghargaan dan rasa terima kasih dari Badan Dayah atas kerja keras mereka, dan juga sebagai pelopor inovasi pendidikan dayah.

"Mereka melakukan sesuatu yang jarang bisa dilakukan orang lain selama ini," kata Muhammad Nasir.(*)

Editor: faisal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved