Serambi Kuliner

Sihir Timphan, Kesohor ke Nusantara

DI negeri ini, terdapat beragam kue tradisional. Jumlahnya sangat banyak.

Sihir Timphan, Kesohor ke Nusantara - 191013_4.jpg
Sihir Timphan, Kesohor ke Nusantara - 191013_52.jpg

DI negeri ini, terdapat beragam kue tradisional. Jumlahnya sangat banyak. Bahkan bisa dibilang, di setiap daerah kemungkin juga memiliki kue khas tradisional masing-masing. Di Aceh juga tak kalah. Di sini, terdapat beragam penganan tradisional yang menarik untuk dinikmati. Bahkan, banyak juga makanan di daerah ini memiliki daya tarik dan cita rasa yang sulit dilupakan oleh siapa pun. Salah satunya timphan. Kue khas ini juga dikenal di daerah lain di luar Aceh. Banyak pengunjung yang datang ke Aceh, sering bertanya tentang timphan. Ketika baru merasakan sepotong, tak jarang para wisatawan menambah lagi sampai beberapa potong. Pada Serambi Kuliner edisi Sabtu ini, Azwani Awi menyajikan kekhasan timphan dan kreasi resep untuk pembaca.

“UROE goet buluen goet timphan ma peugoet beumeuteme rasa” (Hari baik, bulan baik, timphan ibu buat harus dapat kurasakan). Adagium itu merupakan ungkapan betapa terkenalnya timphan. Bukan hanya untuk warga Aceh, di nusantara juga kian dikenal makanan khas daerah Sulthan Iskandar Muda ini.

Saking terkenalnya timphan, adagium itu sering disebut di setiap ungkapan untuk menyambut hari baik. Salah satunya pada bulan Ramadhan, Lebaran Idul Fitri, ataupun perayaan Idul Adha. Hampir di setiap rumah, dijumpai makanan ini. Biasanya, para pemilik rumah merasa tak lengkap bila tak menyajikan timphan kepada tetamu yang bersilaturrahmi saat Lebaran.

Timphan ini merupakan penganan/hidangan khas Aceh. Biasanya, pemilik rumah mulai membuat timphan pada satu atau dua hari sebelum Lebaran. Daya tahannya bisa mencapai lebih-kurang seminggu. Menjelang Lebaran, bisanya ibu-ibu sudah menyiapkan daun pisang muda, baik memetik di kebun atau membeli di pasar.

Makanan ini berbentuk lembek dan berbalut daun pisang muda. Kudapan manis ini terbuat dari tepung ketan, santan, serta pisang. Pisang Wak adalah pisang yang paling lazim digunakan dalam pembuatan kue tradisional ini meskipun bisa saja diganti dengan pisang yang lain sesuai selera.

Banyak jenis timphan yang bisa dibuat. Namun, yang paling terkenal adalahtimphan srikaya. Isinya terbuat dari telur.

Ada juga timphan yang berisi kelapa. Kini, ada juga srikaya yang dimodifikasi dengan campuran durian. Bahan yang digunakan untuk adonan kuenya adalah tepung ketan yang terkadang dicampur dengan pisang raja atau labu.

Usai itu, adonan timpan dibungkus daun pisang muda yang sudah diolesi minyak goreng. Tujuannya, agar saat matang, kue tidak lengket ketika dibuka bungkusnya. Timphan yang sudah dibungkus daun pisang kemudian dikukus selama setengah jam. Hasilnya, nyam... meukeutam rasa....

Selain menjadi makanan kegemaran masyarakat Aceh pada hari-hari besar Islam, timphan juga sering ditemui pada jamuan pesta, arisan, maupun jamuan penting lain yang diadakan dalam masyarakat. Rasanya yang lezat, menjadikan kue ini disukai semua kalangan. Muda maupun tua tetap menikmati kue ini.

Bagi orang Aceh baik yang berada di Aceh sampai seluruh dunia, tiada yang tidak mengenal adonan satu ini. Sihir timphan, telah kesohor ke seantero nusantara. Bahkan, bagi orang Aceh, timphan sudah menjadi tradisi turun-

Halaman
1234
Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved