Pangdam Imbau PA dan PNA Jaga Perdamaian
Panglima Kodam Iskandar Muda (IM), Mayjen TNI Pandu Wibowo mengimbau semua pihak, termasuk kubu Partai Aceh (PA)
* TNI Siap Bantu Polisi Amankan Pemilu
BANDA ACEH - Panglima Kodam Iskandar Muda (IM), Mayjen TNI Pandu Wibowo mengimbau semua pihak, termasuk kubu Partai Aceh (PA) dan Partai Nasional Aceh (PNA) yang selama ini terkesan berkonflik dalam memperebutkan kemenangan pada pemilu April 2014, agar menghentikan pertikaian itu dan bersama-sama menjaga perdamaian Aceh.
Pangdam menyampaikan hal ini ketika menjawab wartawan di Makodam IM, Senin (20/1), seusai teleconference dengan Kasad, Jenderal TNI Budiman di Mabesad, Jakarta.
Selain dengan Pangdam IM, pada kesempatan yang sama Kasad juga berkonferensi jarak jauh dengan Pangdam daerah lain, terutama daerah yang sedang terkena bencana karena tema teleconference itu kemarin tentang penanganan bencana oleh TNI.
“Saya mengimbau semua pihak, khususnya partai lokal (Parlok), ya termasuk PA dan PNA, jangan hanya siap menang, tetapi tak siap kalah. Harus siap menang, kalah, dan bersama menjaga perdamaian Aceh. Jangan ada tindakan-tindakan yang dapat menimbulkan ketersinggungan lawan politik. Ciptakan suasana aman dan kondusif agar pemilu dapat berjalan lancar,” imbau Pangdam seraya menegaskan TNI siap membantu polisi dalam pengamanan pemilu sesuai dibutuhkan.
Konflik kubu PA dan PNA sudah mulai terlihat menjelang pemilu ini, seperti kasus terbaru pengeroyokan Ramli, kader PNA di Gampong Kuala Cangkoi, Kecamatan Lapang, Aceh Utara, Rabu (15/1) pagi karena yang bersangkutan kedapatan menurunkan 12 helai bendera PA di kawasan tersebut. Ia lakukan itu sebagai aksi balasan karena sebelumnya, ia mengaku melihat bendera partainya diturunkan kader PA, kemudian dibuang ke parit setelah diinjak-injak pelaku.
Kapolda Aceh, Irjen Pol Herman Effendi bahkan telah melapor ke Kapolri, Jenderal Polisi Sutarman saat Kapolri kunker ke Mapolda Aceh, Rabu (15/1), tentang potensi konflik yang rawan terjadi antarkedua kubu parlok ini. Pasalnya, pengurus dan pendukung kedua parlok ini sama-sama mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang masih memiliki kekuatan dan basis pendukung di Aceh.
Kapolri menegaskan jika nanti diperlukan personel tambahan di Aceh, maka polisi sudah siap siaga dengan kekuatan tambahan untuk mem-backup 2/3 atau 9 ribu lebih personel jajaran Polda Aceh.
Kemarin siang, Pangdam IM mendapat giliran terakhir teleconference dengan Kasad. Pangdam IM melaporkan secara umum kondisi Aceh aman dan tidak sedang terjadi bencana, namun TNI sudah siap membantu jika sewaktu-waktu terjadi bencana, termasuk berkoordinasi dengan Pemerintah Aceh, polisi, dan pihak-pihak terkait.
Pangdam juga melaporkan bahwa pada Januari 2014, pihaknya menerima pengembalian tiga senpi ilegal, masing-masing satu pucuk AK-47, SS1, dan pistol di Aceh Barat. Sedangkan jumlah senpi ilegal terkumpul selama 2013 adalah 57 pucuk. “Silakan lakukan upaya persuasif agar senpi ilegal itu dikembalikan ke pihak keamanan di Aceh,” saran Kasad.
Pangdam menjawab siap melaksanakan semua petunjuk itu. Saat teleconference ini, Pangdam didampingi Kasdam dan para pimpinan Kodam Iskandar Muda. (sal)