Breaking News
Selasa, 12 Mei 2026

Aceh Sudah Miliki Pabrik Wadah Telur

Aceh saat ini sudah memiliki pabrik pembuatan wadah/tempat telur (egg tray), yang berlokasi di Gampong Meureu

Tayang:
Editor: bakri

* Resmi Beroperasi Sejak Sebulan Lalu

BANDA ACEH - Aceh saat ini sudah memiliki pabrik pembuatan wadah/tempat telur (egg tray), yang berlokasi di Gampong Meureu, Indra Puri, Aceh Besar. Pabrik tersebut telah resmi beroperasi sejak sebulan lalu.

Pembangunan pabrik itu sendiri dimulai sejak tahun 2013, dimulai dengan pembangunan gedung. Tahun 2014, program dilanjutkan dengan pengadaan mesin cetak. Bahan baku yang digunakan adalah bubur kertas yang berasal dari limbah karton.

“Mesinnya telah kita adakan tahun ini, dan telah beroperasi sejak sebulan lalu,” ungkap Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh, Safwan, didampingi Kepala Bidang IKM (Industri Kecil dan Menengah), Iskandar, kepada wartawan saat mengunjungi pabrik tersebut, Rabu (5/11).

Menurut Iskandar, ide pembangunan pabrik ini awalnya didasari atas mulai tumbuhnya industri ayam petelur di Aceh Besar, terutama di Indrapuri dan Jantho. Dinas Kesehatan Hewan dan Peternakan Aceh kemudian mengusulkan agar di Aceh perlu dibangun pabrik pembuatan wadah telur, mengingat selama ini kebutuhan akan wadah telur tersebut sangat tergantung pada pasokan Sumatera Utara.

“Usulan itu disambut Pak Gubernur dan forum rapat. Pak Gubernur meminta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh membuat programnya. Tahap pertama dimulai dari pembangunan gedung, dan tahap selanjutnya pengadaan mesin,” jelas Iskandar.

Dana yang digunakan untuk pembangunan pabrik ini berasal dari APBA, hampir mencapai Rp 2 miliar. Terdiri dari Rp 780 juta untuk pembangunan gedung dan Rp 1,06 miliar untuk pengadaan mesin buatan Cina yang diimpor via Singapura.

Sementara itu untuk pengelolaannya, pihak dinas menyerahkan kepada kelompok korban konflik Aceh. Safwan mengatakan, program ini merupakan bagian dari pemberian atau penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat korban konflik.

“Kami sangat berharap, setelah penyerahan dan pengoperasiannya sebulan lalu, pabrik bisa terus berproduksi sehingga bisa memenuhi kebutuhan wadah telur untuk industri ayam petelur di Aceh Besar dan sekitarnya,” ujar Safwan.

Selama ini, kebutuhan akan wadah telur (egg tray) dipasok dari Medan, Sumatera Utara (Sumut). Per kepingnya dijual seharga Rp 450 sampai denganRp 500. Nah, wadah telur yang dihasilkan pabrik di Indrapuri ini dijual lebih murah, yakni hanya Rp 400 per keping.

Menurut Safwan, harga itu cukup ekonomis, apalagi bahan baku karton bekas di Aceh cukup banyak, yang dijual Rp 1.500 per kilogramnya. Dengan demikian, menurutnya, peluang untuk mendapatkan keuntungan juga cukup besar.

“Semua trik manajemen pemasaran kita serahkan sepenuhnya kepada kelompok masyarakat penerima bantuan yang mengelola pabrik tersebut,” imbuhnya.

Pihaknya berharap manejerial pengelolaan dilakukan secara profesional, sehingga diharapkan pabrik bisa terus berkembang dan bisa menambah jumlah mesin pencetak yang sudah ada.(her)

Kunjungi juga :
www.serambinewstv.com | www.menatapaceh.com |
www.serambifm.com | www.prohaba.co |

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved